Samarinda – Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, Aparatur Sipil Negara (ASN) dihadapkan pada berbagai tantangan baru. Mulai dari ancaman keamanan siber, maraknya penipuan berbasis web seperti phishing dan tautan palsu, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pekerjaan sehari-hari.
Merespons tantangan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta lembaga terkait untuk meningkatkan literasi ASN digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui tiga fokus utama, yakni navigasi keamanan digital, pencegahan penipuan berbasis web, serta penerapan AI yang aman, etis, dan bertanggung jawab.
Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, termasuk perangkat komunikasi dan jaringan internet.
Menurutnya, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menemukan, memahami, menyebarkan, mengolah, membuat, dan memanfaatkan informasi secara bijak, cerdas, cermat, dan tepat guna.
“Literasi digital membantu individu berinteraksi dengan teknologi secara efektif dan menciptakan komunikasi yang positif,” ungkap Ririn saat memberikan Berbagai pada Sosialisasi Literasi Digital dengan tema “Peningkatan Kapasitas ASN: Navigasi Keamanan Digital, Pencegahan Penipuan Berbasis Web, dan Adopsi AI yang Bertanggung Jawab” , di Ruang Wiek Kantor Diskominfo Kaltim, Selasa (1/9/2026).
Ririn menegaskan, mewujudkan literasi digital membutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan hingga masyarakat.
Literasi digital, lebih lanjutnya, tidak sekedar menyediakan akses terhadap teknologi, tetapi juga membangun pemahaman, keterampilan, dan sikap agar teknologi dapat dimanfaatkan secara efektif dan bertanggung jawab.
Aspek keamanan dan privasi juga menjadi bagian penting dalam literasi digital. ASN perlu memahami pentingnya menjaga keamanan informasi dan melindungi data pribadi saat beraktivitas di ruang digital.
Hal tersebut mencakup penggunaan kata sandi yang kuat, mengenali berbagai modus penipuan yang berani, serta memahami hak dan tanggung jawab sebagai pengguna teknologi digital.
“Oleh karena itu, sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada para peserta mengenai konsep, manfaat, tantangan, dan solusi terkait literasi digital. Sosialisasi ini juga menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dalam menerapkan literasi digital,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada peserta untuk melakukan perubahan positif di lingkungan kerja masing-masing.
Sementara itu, Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo Kaltim, Denny Ruliansyah, dalam laporannya mengatakan kegiatan Sosialisasi Literasi Digital merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Diskominfo Kaltim yang tertua dalam Program Pengelolaan Aplikasi Informatika, khususnya pengelolaan e-Government di lingkup Pemerintah Provinsi Kaltim.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari subkegiatan koordinasi dan fasilitasi promosi literasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan/atau kolaborasi penyelenggaraan SPBE.
“Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan tentang literasi digital, khususnya navigasi keamanan digital, pencegahan penipuan berbasis web, serta menerapkan kecerdasan buatan yang aman, etis, dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Sosialisasi tersebut diikuti ASN dari sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim. Kegiatan menghadirkan narasumber Relawan TIK Kaltim Surya Fajar Saputra. (Prb/ty)
foto : Hendra