Samarinda – Peringatan Hari Kanker Sedunia menjadi pengingat bahwa kanker bukan semata persoalan kesehatan individu, melainkan isu bersama yang membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Edukasi, deteksi dini, pemeriksaan rutin, serta penerapan pola hidup sehat dinilai sebagai langkah utama dalam mencegah kanker sejak dini.
Pesan tersebut mengemuka dalam program Ngapeh yang ditayangkan TVRI Kalimantan Timur, Rabu (4/2/2026). Acara ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur serta pengelola Rumah Singgah Kanker yang selama ini mendampingi para pejuang kanker.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Fit Nawati, menegaskan bahwa Hari Kanker Sedunia tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan, tetapi sebagai momentum memperkuat komitmen pencegahan yang berkelanjutan.
“Peringatan Hari Kanker menjadi pengingat bagi kita semua bahwa upaya pencegahan harus terus dilakukan. Sosialisasi dan deteksi dini menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan, dan itu tidak hanya dilakukan pada momen tertentu, tetapi secara rutin dan berkesinambungan,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mencatat sekitar 8.500 warga telah mengikuti konseling dan deteksi dini kanker. Dari jumlah tersebut, sebanyak 141 orang terdeteksi dan langsung diarahkan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Kami terus memaksimalkan pelayanan, termasuk memberikan motivasi agar pasien rutin melakukan kontrol dan pengobatan. Upaya kami tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” tambah Fit Nawati.
Ia menyebutkan, jenis kanker yang masih mendominasi di Kalimantan Timur antara lain kanker payudara, kanker paru, dan kanker serviks. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah awal menjaga kualitas hidup.
Di sisi lain, perjuangan melawan kanker juga membutuhkan dukungan sosial dan emosional. Keberadaan rumah singgah kanker menjadi harapan bagi pasien, khususnya mereka yang berasal dari luar daerah dan harus menjalani pengobatan dalam waktu lama.
Pendiri Rumah Singgah Kanker, Siti Normala, yang merupakan penyintas kanker sejak 15 tahun lalu, mengatakan Hari Kanker Sedunia memiliki makna yang sangat mendalam bagi para pejuang kanker.
“Sebagai penyintas kanker, hari ini menjadi pengingat sekaligus penguat. Harapannya, para pasien yang sedang berjuang tetap semangat, rutin menjalani pengobatan, dan percaya bahwa kesembuhan selalu memiliki harapan,” ungkapnya.
Ia menceritakan, pengalaman pribadi selama menjalani pengobatan menjadi dorongan utama untuk mendirikan rumah singgah kanker.
“Saya pernah merasakan beratnya proses pengobatan, bukan hanya secara fisik dan biaya, tetapi juga mental. Dari pengalaman itu, saya ingin ada tempat bagi para pejuang kanker untuk saling menguatkan dan tidak merasa sendirian,” tuturnya.
Rumah Singgah Kanker mulai beroperasi sejak 2018. Selanjutnya, pada 2022, hadir Rumah Singgah Kanker Etam yang dikhususkan bagi pasien dari luar Samarinda agar memiliki tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan.
“Dukungan yang kami berikan bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga dukungan emosional dan sosial. Di rumah singgah, pasien dan keluarga bisa berbagi cerita, saling menguatkan, dan menumbuhkan harapan bersama,” tambahnya.
Melalui peringatan Hari Kanker Sedunia, masyarakat diajak untuk bersatu dalam aksi nyata, mulai dari kampanye hidup sehat, deteksi dini, hingga memberikan dukungan moral kepada para pejuang kanker. Ketika kesadaran dan kepedulian tumbuh bersama, harapan untuk hidup yang lebih sehat dan berkualitas pun semakin terbuka. (sef/pt)