Hujan Ringan Masih Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Kaltim

Samarinda – Kondisi dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan dan sekitarnya saat ini secara umum menunjukkan pola aliran angin lapisan atas yang masih didominasi Monsun Australia yang bertiup dari arah tenggara hingga barat daya. Selain itu, terpantau adanya daerah sirkulasi angin di bagian tengah Selat Makassar yang disertai perlambatan kecepatan angin.

Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Ilham Fachturoni, mengatakan kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

Berdasarkan kondisi atmosfer tersebut, pada Rabu pagi sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan.

“Namun, wilayah Mahakam Ulu, Kota Samarinda, dan Kota Bontang berpotensi mengalami kabut,”katanya dalam Release perkembangan cuaca, Rabu (10/6/2026)

425acf7f 3fb0 4158 Bdfb 54124b007e63

Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara berpeluang diguyur hujan ringan.

Memasuki siang hari, cuaca cerah berawan hingga berawan masih mendominasi sebagian besar wilayah Kalimantan Timur. Hujan ringan berpotensi terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Berau, dan Kota Bontang.

42622096 6420 4f20 A436 D189cd92fd88

Pada malam hari, cuaca cenderung lebih cerah di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur. Meski demikian, hujan ringan masih berpeluang terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Kutai Barat.

Sementara pada dini hari, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diprakirakan berkabut. Hujan ringan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kota Balikpapan dan Kabupaten Berau. Adapun Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Kartanegara diprediksi mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan.

BMKG juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sepekan ke depan. Wilayah Kalimantan Timur diperkirakan berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, terutama pada 10, 11, 14, dan 15 Juni 2026.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Paser, dan Berau.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pada sektor maritim, tinggi gelombang di perairan Kalimantan Timur dan bagian tengah Selat Makassar diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1 meter. Kondisi ini masih tergolong rendah dan relatif aman bagi aktivitas pelayaran maupun nelayan.

BMKG juga menyebutkan bahwa berdasarkan data model cuaca terkini, sebagian wilayah Kalimantan Timur masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang dalam tiga hari ke depan.

Masyarakat diimbau untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui layanan resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. (Prb/ty)