IPM Meningkat, Pemprov Kaltim Perkuat Program Keluarga dan Kependudukan

Samarinda – Pembangunan manusia di Kalimantan Timur menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat meningkat menjadi 79,39 atau berada di atas rata-rata nasional.

Capaian tersebut didukung oleh sejumlah indikator, antara lain harapan lama sekolah 14,04 tahun, rata-rata lama sekolah 10,10 tahun, usia harapan hidup 75,28 tahun, serta prevalensi stunting sebesar 15,94 persen.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Anik Nurul Aini, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, tingkat degradasi terbuka tercatat sebesar 5,18 persen, sementara Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) mencapai 61,41. Di sektor pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) Kalimantan Timur menjadi yang tertinggi secara nasional, yakni sebesar 95,59.

Sejalan dengan pencapaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat berbagai strategi program dalam pembangunan perumahan dan keluarga. Salah satunya melalui penguatan Program Bangga Kencana yang berkolaborasi dengan BKKBN, sebagai upaya membangun keluarga berkualitas dengan pendekatan siklus hidup, mulai dari remaja, calon pengantin, hingga keluarga dengan balita dan lansia.

Upaya percepatan penurunan stunting juga terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan intervensi yang terintegrasi dan berkelanjutan di seluruh kabupaten/kota.

Selain itu, peningkatan pelayanan perencanaan keluarga terus didorong melalui penyediaan akses alat dan obat kontrasepsi, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga.

A2ec4daa 7de3 4e82 B903 44f6b4dd167c

“Tidak kalah pentingnya, penguatan ketahanan keluarga dilakukan melalui Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, yang diimplementasikan melalui berbagai program edukasi, pelatihan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Hal ini diharapkan mampu menciptakan keluarga yang tangguh, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menegaskan, transformasi pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

A625a867 6419 48fe 9cf6 D900b45cb297

“Kualitas tersebut terbentuk dari keluarga yang kuat, sehat, dan sejahtera. Oleh karena itu, pembangunan keluarga harus menjadi prioritas bersama, karena dari keluarga yang berkualitas akan lahir generasi yang mampu bersaing, adaptif, dan berkarakter,” tutupnya. (*/prb/ty)