Jaga Kesehatan Relawan Karhutla, YJSI Kaltim dan BPBD Gelar Pemeriksaan Gratis
Jaga Kesehatan Relawan Karhutla, YJSI Kaltim dan BPBD Gelar Pemeriksaan Gratis

 

SAMARINDA — Di tengah perjuangan para relawan memadamkan dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perhatian terhadap kesehatan mereka menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. 

Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Peduli Relawan Karhutla berupa pemeriksaan kesehatan gratis, di Posko Karhuyla BPBD Provinsi Kaltim, Sabtu (19/9/2026).


Kegiatan ini merupakan kolaborasi Yayasan Jantung Sehat Indonesia (YJSI) Kaltim bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Jantung Sehat Indonesia Kaltim Wahyu Hernaningsih serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltim.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi fisik para relawan yang memiliki risiko tinggi selama menjalankan tugas di lapangan, khususnya dalam menghadapi paparan asap dan aktivitas fisik yang cukup berat.

762e844f Bcbe 4fda 9cff 444ca134dd10

Koordinator Tim Medis Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. Erwin, mengatakan pihaknya menurunkan sebanyak 10 tenaga medis untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan para relawan.

“Pemeriksaan yang kami lakukan meliputi cek tekanan darah, kolesterol, asam urat, dan gula darah. Ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan relawan sebelum maupun selama mereka menjalankan tugas di lapangan,” ujar dr. Erwin.

Selain pemeriksaan kesehatan, tim medis juga menemukan sejumlah relawan yang mengalami keluhan batuk dan pilek. Para relawan tersebut kemudian mendapatkan penanganan dan pengobatan sesuai dengan kondisi yang dialami.

“Untuk beberapa relawan yang mengalami keluhan batuk dan pilek, kami bantu dengan pengobatan. Jika keluhan semakin berat atau kondisinya memburuk, kami anjurkan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut dr. Erwin, kondisi kesehatan relawan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan karhutla. Relawan disarankan memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum menjalankan tugas dan memperhatikan faktor keselamatan selama berada di lapangan.

“Yang paling penting, relawan harus dalam kondisi fit dan tidak sedang dalam pengobatan yang dapat mengganggu aktivitas di lapangan. Kemudian gunakan alat pelindung diri dan masker yang sesuai dengan medan yang akan dijalani,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan perlengkapan pendukung, termasuk ketersediaan tabung oksigen, terutama ketika relawan bekerja di wilayah yang memiliki risiko paparan asap dan kondisi lingkungan yang berat.

Kegiatan Peduli Relawan Karhutla ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat melalui pemeriksaan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran para relawan akan pentingnya menjaga kondisi tubuh dan keselamatan diri saat menjalankan tugas kemanusiaan.

Kesehatan relawan menjadi bagian penting dalam memastikan upaya penanganan karhutla dapat berlangsung secara optimal. Dengan kondisi fisik yang terjaga serta dukungan perlindungan yang memadai, para relawan dapat menjalankan tugas dengan lebih aman di lapangan. (addg)