Javabor Gandeng Anak SLB Dharma Kencana, Karyanya Tampil di BIFF 2026
Creative Director BIFF sekaligus Owner Javabor Cloth and Character, Tyas Dani, mengaku terkesan ketika berkunjung ke SLB Dharma Kencana di Balikpapan. Di sekolah tersebut, ia melihat langsung bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus belajar membatik dengan

Samarinda – Sebuah pertemuan sederhana di SLB Dharma Kencana menjadi awal lahirnya kolaborasi yang penuh makna di ajang Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026.

Kreativitas tidak mengenal batas. Semangat itu tergambar dalam kolaborasi Javabor Cloth and Character bersama anak-anak SLB Dharma Kencana Balikpapan yang menghadirkan karya batik mereka di panggung Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026.

Creative Director BIFF sekaligus Owner Javabor Cloth and Character, Tyas Dani, mengaku terkesan ketika berkunjung ke SLB Dharma Kencana di Balikpapan. Di sekolah tersebut, ia melihat langsung bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus belajar membatik dengan penuh antusias bersama dua guru mereka, Yuni dan Oki.

Img 4839

“Ceritanya saya pernah berkunjung ke SLB Dharma Kencana di Balikpapan. Saya melihat mereka juga belajar membatik lewat Yuni dan Oki,” ujar Tyas.

Menurutnya, yang paling menarik perhatian bukan hanya proses belajar membatik, tetapi semangat dan ketekunan anak-anak tersebut dalam menghasilkan sebuah karya.

“Anak-anak luar biasa ini belajar sangat antusias bersama dua guru itu. Waktu saya lihat hasilnya, luar biasa. Mereka membuat dengan tangannya sendiri dan mereka mampu menghasilkan karya,” tuturnya saat diwawancara awak media usai penutupan BIFF 2026 di Odah Etam, Minggu (4/10/2026)

Img 4834

Kekaguman tersebut kemudian mendorong Tyas untuk membawa karya anak-anak SLB Dharma Kencana ke ruang yang lebih luas. Ia mengolah hasil karya mereka dan menghadirkannya dalam panggung BIFF 2026 melalui kolaborasi bertajuk Javabor x SLB Dharma Kencana.

Bagi Tyas, kolaborasi tersebut bukan sekadar menghadirkan karya anak-anak SLB dalam sebuah perhelatan fashion. Lebih dari itu, menjadi bentuk apresiasi bahwa kreativitas dapat tumbuh dari siapa saja dan tidak mengenal keterbatasan.

Karya yang lahir dari tangan anak-anak SLB Dharma Kencana kini mendapatkan kesempatan untuk dilihat oleh publik yang lebih luas. Dari ruang belajar di sekolah, karya tersebut melangkah ke panggung fashion dan menjadi bagian dari perkembangan ekosistem wastra dan kriya di Kalimantan Timur.

Img 4822

Kolaborasi Javabor dan SLB Dharma Kencana juga menunjukkan bahwa industri kreatif dapat menjadi ruang inklusif. Anak-anak dengan berbagai kemampuan memiliki kesempatan untuk berkontribusi, berkarya, dan menunjukkan bahwa hasil karya mereka layak mendapat apresiasi.

Melalui BIFF 2026, kreativitas anak-anak SLB Dharma Kencana tidak hanya ditampilkan, tetapi juga diberi cerita. Sebuah cerita tentang semangat belajar, keberanian berkarya, dan kesempatan untuk menunjukkan bahwa setiap tangan memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang bernilai.

Javabor x SLB Dharma Kencana pun menjadi lebih dari sekadar kolaborasi fashion. Ia menjadi pesan sederhana bahwa ketika kesempatan diberikan, kreativitas dapat tumbuh tanpa batas. (tp/pt)