Jejak Laut Purba Tutup Asesmen Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

Berau – Rangkaian penilaian Geopark Sangkulirang-Mangkalihat resmi resmi berakhir dengan kunjungan tim asesor ke Geosite Mata Air Panas Asin Pemapak di Kampung Pemapak, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Kamis (9/7/2026).

Img 4125

Geosite ini menjadi penutup yang istimewa dalam proses penilaian karena menyuguhkan fenomena geologi yang langka. Berbeda dengan mata air panas pada umumnya, air yang muncul di lokasi ini memiliki rasa asin. Kondisi tersebut diyakini berasal dari air laut purba yang terjebak di dalam lapisan batuan selama jutaan tahun, kemudian kembali muncul ke permukaan melalui rekahan batuan akibat aktivitas sesar geologi di kawasan Semenanjung Mangkalihat.

Secara ilmiah, keunikan tersebut menjadikan Mata Air Panas Asin Pemapak sebagai salah satu bukti penting perjalanan geologi Kalimantan Timur. Secara ilmiah, mata air ini terbentuk pada batuan gamping Formasi Domaring yang diperkirakan berumur antara 3 hingga 1 juta tahun. Selain menunjukkan adanya aktivitas panas bumi, geosite ini juga merekam sejarah perubahan bentang alam yang terjadi sejak masa purba.

Img 4110

Kedatangan tim penilai disambut Camat Biatan Rusdiansyah, Kepala Kampung Pemapak, Heberly serta masyarakat setempat.

Peninjauan di Geosite Mata Air Panas Asin Pemapak sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian asesmen lapangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Hasil penilaian ini diharapkan semakin memperkuat langkah menuju pengakuan geopark, sekaligus mendorong upaya pelestarian warisan geologi, pengembangan geowisata berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi alam yang tetap memperhatikan prinsip konservasi. (Addg/krv/pt)