Samarinda - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional, tetapi juga kesehatan jasmani dan keluhuran akhlak. Tanggung jawab besar yang diemban dalam pelayanan publik membuat kinerja dan pengabdian ASN menjadi tumpuan harapan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekdaprov Kaltim, A.M. Fitra Firnanda, saat mewakili Sekretaris Daerah Kaltim pada Try Out dan Training Center III MTQ VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026, di Gedung PPT MAN 2, Kamis (20/8/2026).
Dalam mengikuti MTQ Korpri, para kafilah Kalimantan Timur tidak hanya diharapkan mampu meraih prestasi, tetapi juga menjadikan seluruh proses yang dijalani sebagai bagian dari ibadah. Harapannya, Kaltim dapat berjaya dan meraih prestasi terbaik dalam ajang tersebut.
Meski dua tahun lalu prestasi tertinggi yang diraih Kaltim masih sebatas juara harapan, peluang untuk meningkatkan prestasi tetap terbuka. Terlebih, pada ajang Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tingkat umum, Kaltim pernah meraih juara pertama dan menjadi juara bertahan. Hal ini menunjukkan bahwa Kaltim memiliki potensi besar untuk kembali menorehkan prestasi.
Sebagai bahan evaluasi dan refleksi, para kafilah juga mendapatkan bimbingan dari pelatih yang sama serta masukan dari kontingen tingkat umum. Pengalaman dan pembinaan tersebut diharapkan menjadi bekal berharga dalam menghadapi MTQ Korpri.
“Kunci utamanya adalah latihan, latihan, dan latihan. Saya yakin dan percaya, dengan persiapan yang matang, kita dapat memberikan hasil terbaik. Pelaksanaan MTQ juga sudah semakin dekat, yakni pada tanggal 24, sehingga waktu yang tersedia harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Selain kesiapan teknis, faktor mental dinilai menjadi salah satu penentu keberhasilan saat hari-H. Karena itu, para kafilah diharapkan dapat menjaga kekompakan dan suasana hati selama mengikuti rangkaian kegiatan.
“Hal yang paling utama perlu disiapkan adalah kesiapan mental. Menurut pengalaman saya, mental menjadi faktor penentu keberhasilan saat hari-H tiba. Oleh karena itu, sangat penting menjaga kekompakan dan suasana hati para kafilah serta mencegah timbulnya perselisihan,” katanya.
Ia mengingatkan agar persoalan pribadi maupun hal-hal lain di luar kegiatan untuk sementara dikesampingkan. Sebab, kemampuan yang dimiliki seorang peserta dapat terganggu apabila konsentrasinya terpecah akibat menerima kabar atau menghadapi persoalan yang tidak menyenangkan menjelang perlombaan.
“Maka, ini menjadi tugas kita bersama untuk menjaga kenyamanan dan semangat para kafilah agar dapat tampil maksimal nanti,” tambahnya.
Dukungan dari Dewan Pengurus Korpri juga akan diupayakan secara maksimal untuk mendukung perjuangan para kafilah Kaltim. Seluruh peserta diminta mengedepankan semangat kebersamaan dan meninggalkan ego daerah masing-masing.
“Mari kita tinggalkan ego daerah masing-masing, karena di sini kita membawa nama Kalimantan Timur, bukan daerah asal masing-masing. Kekompakan sebagai satu kesatuan kontingen sangatlah penting dalam mengikuti MTQ ini,” tegasnya.
Dengan persiapan yang semakin dimatangkan, dukungan pembinaan, serta kekompakan seluruh kontingen, Kaltim diharapkan mampu meningkatkan prestasi dan memberikan hasil terbaik pada MTQ Korpri mendatang. (Prb/ty).
foto : teguh