Kaltim Dorong Peningkatan Produktivitas Padi untuk Wujudkan Swasembada Beras

Anggana – Guna mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian serta menjaga stabilitas harga pangan di Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim berkolaborasi menggelar Panen Demonstration Plot (Demplot) Padi “LEISA” dan Aplikasi Digital Farming melalui Pemanfaatan Drone Sprayer Agriculture di Klaster Gapoktan Mandiri, Kabupaten Kutai Kartanegara.

20260910 110145 
Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Diponegoro, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji, didampingi istri, Hj. Wahyu Hernaningsih Seno. Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara Moh. Rifani, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur Ujang Rachmad, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur Fahmi Himawan, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani) Hamka, Staf Ahli Bidang III Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Puguh Harjanto, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur Iwan Darmawan, serta perwakilan OPD di lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Kartanegara, Forkopimda, penyuluh pertanian, peneliti, dan kelompok tani.

Dalam sambutannya, Seno Aji menyampaikan bahwa secara nasional Indonesia telah mencapai swasembada beras. Namun, Kaltim masih perlu meningkatkan produksi beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri.

Saat ini, Kaltim memiliki sekitar 28.000 hektare sawah aktif. Produksi beras daerah juga terus mengalami peningkatan. Dari sebelumnya sekitar 30 persen kebutuhan beras Kaltim yang dapat dipenuhi dari produksi lokal, kini meningkat menjadi sekitar 58 persen.

“Artinya, kita sudah melakukan perbaikan intensifikasi lahan dan juga ekstensifikasi lahan. Kita lakukan cetak sawah, kita lakukan optimalisasi lahan yang dilakukan secara bersama-sama oleh TNI, Polri, dan seluruh masyarakat,” ujar Seno Aji.

Ia menargetkan pada akhir 2026 Kaltim dapat mencapai swasembada beras melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi lahan, serta penerapan teknologi pertanian modern.

Salah satu upaya yang dilakukan melalui demplot pertanian yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, Politani, peneliti, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, TNI, Polri, serta kelompok tani.

Menurut Seno Aji, penerapan teknologi dan inovasi pertanian telah menunjukkan hasil positif. Pada pelaksanaan demplot sebelumnya di Bukit Biru, produktivitas padi meningkat dari sekitar tiga ton menjadi hampir tujuh ton per hektare.

Bank Indonesia turut memberikan dukungan melalui bantuan kepada kelompok tani, sementara Politani bersama para peneliti memberikan dukungan teknologi dan penggunaan benih unggul, termasuk varietas Inpari serta penerapan bioinvigorasi benih.

“Setelah dua kali dilakukan dengan baik, dua kali dilakukan evaluasi, dilakukan analisis, dan ternyata memang ada penurunan biaya dari pupuk-pupuk kimia menjadi pupuk organik, kemudian juga penurunan hama,” jelasnya.

Karena itu, Seno Aji menegaskan agar demplot yang telah berhasil tidak berhenti sebagai proyek percontohan. Hasil yang diperoleh harus direplikasi dan diterapkan secara lebih luas di berbagai wilayah Kaltim.

“Kita lakukan replikasi. Kita lakukan secara massal. Hasil yang sudah didapatkan oleh Bank Indonesia, Politani, juga oleh peneliti-peneliti Fakultas Pertanian Unmul, mari kita secara bersama-sama memastikan hasil panen Kalimantan Timur setelah demplot ini disebarluaskan minimal 7 ton per hektare,” tegasnya.

Ia menilai peningkatan produktivitas tersebut akan memberikan dampak besar terhadap ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan luas sawah aktif yang mencapai sekitar 28.000 hektare, peningkatan produktivitas diharapkan mampu mendongkrak produksi beras Kaltim secara signifikan.

Selain peningkatan produktivitas, Pemprov Kaltim juga terus mendorong modernisasi pertanian melalui penggunaan rice milling unit, drone pertanian, traktor, serta combine harvester. Modernisasi tersebut diharapkan dapat mempermudah pekerjaan petani sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Petani kita akan sejahtera, petani kita akan berjaya. Kita ingin memastikan anak-anak petani bisa melanjutkan aktivitas pertaniannya,” ujarnya.

Upaya peningkatan produksi pangan juga akan diperluas ke wilayah yang selama ini masih memiliki keterbatasan produksi pertanian, termasuk Kabupaten Mahakam Ulu. Pemprov Kaltim berencana melakukan cetak sawah di Mahakam Ulu agar masyarakat setempat memiliki lahan pertanian produktif yang dapat memenuhi kebutuhan pangan daerah.

“Sepuluh kabupaten/kota, kita pastikan semuanya bisa swasembada beras. Ini cita-cita kita bersama,” katanya.

Seno Aji juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan demplot, khususnya Bank Indonesia, Politani, BRMP, Dinas Pertanian, para penyuluh, peneliti, pemerintah kabupaten, serta kelompok tani.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di Kalimantan Timur.

Kegiatan Panen Demplot Padi berbasis bioinvigorasi benih terintegrasi sistem LEISA dan digital farming tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas penerapan teknologi pertanian sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada beras di Kalimantan Timur.

Tampak hadir pula Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Edi Hermawanto Noor.(hend/dfa)