Samarinda – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Timur turut ambil bagian dalam ajang Kaltim Fair 2026 yang berlangsung di Big Mall Samarinda pada 15–19 April 2026 memdatang.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendorong promosi produk unggulan daerah, khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Kaltim Fair 2026 secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Timur Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat, Arief Murdiyatno.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga sebagai sarana memperluas jejaring dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha daerah.
“Melalui Kaltim Fair, kita ingin mendorong produk-produk unggulan Kalimantan Timur semakin dikenal, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Arief.
Sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan sektor kerajinan, Dekranasda Kaltim menghadirkan dua perajin unggulan, yakni Borneo Batik dan Jari Manik. Keduanya menampilkan beragam produk khas Kalimantan Timur, mulai dari batik bermotif lokal hingga kerajinan manik tradisional yang sarat nilai budaya.
Partisipasi Dekranasda Kaltim ini merupakan wujud dukungan nyata dalam meningkatkan daya saing produk kerajinan daerah agar memiliki nilai tambah serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Tak hanya pameran produk, Kaltim Fair 2026 juga diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni, budaya, dan kreativitas. Kehadiran beragam kegiatan tersebut semakin memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya tarik bagi masyarakat.
Melalui partisipasi ini, Dekranasda Kaltim berharap dapat terus mendorong peningkatan kapasitas perajin serta memperluas akses pemasaran produk kerajinan lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah. (tp/pt)