Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat komitmen dalam mendorong Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menjadi Taman Bumi (Geopark) Nasional. Upaya tersebut dilakukan dengan memastikan hasil verifikasi lapangan dan dokumen usulan terus disempurnakan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Hasil Verifikasi Lapangan dan Tindak Lanjut Usulan Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat, Selasa (08/09/2026). Forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi hasil verifikasi sekaligus menyusun langkah lanjutan menuju proses penetapan.
Proses verifikasi lapangan yang telah dilaksanakan sebelumnya berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa FGD menjadi bagian penting dari keseriusan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal proses pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
“FGD ini merupakan bentuk kepedulian dan keseriusan kita bersama. Setelah adanya penetapan sebagai taman bumi, harus ada agenda, program kerja, serta ekspos yang berkelanjutan terhadap kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat,” ujar Sri Wahyuni.
Ia menegaskan, sinergi antarpihak perlu terus dilanjutkan, termasuk dengan pemerintah kabupaten yang wilayahnya masuk dalam kawasan geopark. Dukungan tersebut dinilai penting agar pengelolaan kawasan dapat berjalan secara bersama-sama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dukungan komitmen serupa juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said. Ia menyatakan kesiapan untuk terus membersamai dan mengawal Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju penetapan sebagai Taman Bumi Nasional.
Dalam pemaparan hasil verifikasi dan revisi usulan, Puji selaku Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi
Kaltim menyampaikan sejumlah pembaruan terhadap dokumen Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Salah satunya adalah revisi luasan kawasan menjadi 26.642,11 kilometer persegi.
Selain itu, jumlah geotrail juga bertambah dari sebelumnya 12 menjadi 13 geotrail. Kawasan tersebut mencakup 26 situs warisan geologi, 13 situs keragaman hayati, delapan situs keragaman budaya, serta 19 situs destinasi menarik.
Tema Geopark Sangkulirang-Mangkalihat juga mengalami penyempurnaan. Jika sebelumnya mengangkat tema pertemuan Gondwana dan Sundaland, tema tersebut kemudian dikembangkan menjadi “Ketika Daratan dan Lautan Bertemu”.
Tim verifikasi, Aries, turut memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengusulan tersebut.
Menurutnya, keseriusan pemerintah daerah dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penilaian geopark.
Apabila ditetapkan sebagai Taman Bumi Nasional, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat berpotensi menjadi geopark terluas kedua di Indonesia setelah Geopark Raja Ampat. Dengan cakupan wilayah yang sangat luas, pengelolaan kawasan menjadi perhatian penting agar pembangunan dan pemanfaatan potensi geopark tidak mengalami ketimpangan antarwilayah.
“Dengan cakupan yang luas, tentu pengelolaan menjadi perhatian penting. Jangan sampai ada ketimpangan dalam pengelolaan kawasan. Fokus pengelolaan dan keterlibatan masyarakat harus menjadi perhatian utama,” ungkap Aries Kusworo, Ketua Tim Kerja Warisan Geologi dan Geopark, Pusat Geologi dan Badan Geologi KESDM, salah satu tim verifikasi hadir sejara online.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan semakin kuat. Penetapan sebagai Taman Bumi Nasional bukan hanya menjadi pengakuan terhadap kekayaan geologi, hayati, dan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga warisan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.
Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sendiri memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Kalimantan Timur. Karena itu, upaya menjaga, mengembangkan dan memperkenalkannya kepada dunia membutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan.
Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menjadi bagian penting dari identitas Kalimantan Timur. Penguatan kolaborasi dan pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar potensi tersebut tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar kawasan. (addg/dfa)