Kaltim Terapkan Pola Tanam Padi Rapat Presisi, Produktivitas Sawah Ditarget Naik hingga Tiga Kali Lipat
Kaltim Terapkan Pola Tanam Padi Rapat Presisi, Produktivitas Sawah Ditarget Naik hingga Tiga Kali Lipat

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui penerapan pola tanam padi rapat presisi sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur mulai menerapkan metode tersebut dalam program strategis Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang akan mencakup lahan pertanian seluas 7.000 hektare.

Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan pola tanam rapat presisi diproyeksikan mampu meningkatkan hasil panen gabah secara signifikan. Jika rata-rata produksi saat ini berada di kisaran empat ton per hektare, melalui penerapan teknologi tersebut produktivitas berpotensi mencapai hingga 12 ton per hektare.

Whats App Image 2026 07 09 at 15.23.39 (1)

"Metode ini menjadi salah satu langkah modernisasi pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat kesejahteraan petani," ujarnya.

Menurut Fahmi, salah satu keunggulan sistem ini terletak pada pengaturan jarak tanam yang sangat presisi, yakni sekitar tiga sentimeter antarbaris benih. Pengaturan tersebut membuat pemanfaatan lahan menjadi lebih optimal, sehingga tanaman memiliki ruang tumbuh yang lebih efektif dan produktif.

Penerapan pola tanam rapat juga membutuhkan penggunaan benih dalam jumlah lebih banyak dibanding metode konvensional. Untuk setiap hektare lahan, kebutuhan benih mencapai sekitar 80 kilogram, sementara pola tanam reguler umumnya hanya memerlukan sekitar 25 kilogram per hektare, atau sekitar 40 kilogram pada lahan sawah baru.

Guna mendukung penerapan teknologi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turut menyalurkan bantuan mekanisasi pertanian berupa drum seeder atau mesin tanam langsung. Alat ini diharapkan dapat mempermudah petani dalam proses penanaman benih dalam jumlah besar, mengurangi beban kerja, sekaligus meningkatkan efisiensi waktu tanam.

Melalui penerapan pertanian modern berbasis teknologi dan mekanisasi, Pemprov Kaltim optimistis produktivitas pertanian akan terus meningkat, sehingga mampu memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian di Benua Etam. (*/pt)

Sumber: Antaranews.com