KORMI Gaungkan Gerakan Kaltim Aktif, Ajak Masyarakat Hidup Sehat Lewat Olahraga

Samarinda – Semangat membudayakan olahraga di tengah masyarakat digaungkan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Timur. Salah satunya melalui program gerakan Kaltim Aktif. Program ini merupakan turunan dari Gerakan Indonesia Aktif yang dicanangkan secara nasional dan menjadi kewajiban KORMI di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Wakil Ketua I KORMI Kaltim, Adnan Faridhan menegaskan bahwa pihaknya siap menggerakkan program turunan nasional gerakan Indonesia Aktif melalui inisiatif gerakan Kaltim Aktif. Program ini bertujuan mendorong masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang untuk rutin berolahraga.  

“Sehat belum tentu bugar, tapi bugar pasti sehat dan gembira. Olahraga itu membuat kita sehat, bugar, sekaligus bahagia,” ujarnya dalam Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur, Kamis (19/2/2025) dengan tema Transformasi dan Strategi Peningkatan Partisipasi Olahraga Masyarakat.

KORMI Kaltim saat ini menaungi sekitar 60 induk organisasi olahraga (inorga) mulai dari olahraga tradisional dan berbagai cabang olahraga masyarakat lainnya. Pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) NTB lalu, Kaltim berhasil meraih peringkat keempat nasional dari 43 inorga yang dikirim. Sebuah capaian yang dinilai menjanjikan.

Menghadapi FORNAS 2027 di Sulawesi Tengah, KORMI Kaltim menargetkan hasil lebih tinggi. Bahkan, Gubernur Kaltim menaruh target peringkat pertama. Persiapan pun mulai dimatangkan, termasuk pemetaan inorga unggulan dan kebutuhan dukungan yang diperlukan. 

Selain membina olahraga prestasi, KORMI juga fokus pada olahraga masyarakat. Adnan menekankan bahwa pihaknya adalah relawan olahraga yang ingin mengajak masyarakat lebih sadar pentingnya aktivitas fisik untuk mencegah penyakit di masa depan.

“Kita ingin masyarakat sadar, ayo gerak, ayo aktif. Jangan negatif thinking, bangun diri kita dengan pikiran dan tubuh yang sehat,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, Prof. Iwan M. Ramdan mengingatkan bahwa Kaltim tengah menghadapi transisi epidemiologi dengan meningkatnya penyakit tidak menular. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya aktivitas fisik.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), tingkat kebugaran masyarakat Kaltim masih memprihatinkan. 58 persen dalam kategori buruk dan hanya 8 persen yang tergolong baik.

“Perubahan pola hidup membuat masyarakat kurang bergerak. Padahal aktivitas fisik sangat penting, bukan hanya untuk kebugaran fisik, tapi juga kesehatan psikologis,” jelasnya.

Ia menambahkan, faktor individu, motivasi, kesibukan kerja, hingga ketersediaan sarana prasarana turut memengaruhi tingkat partisipasi olahraga. Perubahan pola pikir juga diperlukan, mulai dari kebiasaan sederhana seperti memperbanyak berjalan kaki.

Prof. Iwan pun menyatakan dukungannya terhadap program KORMI sebagai langkah strategis membudayakan olahraga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kaltim.

Melalui sinergi komunitas, akademisi, dan pemerintah, “Kaltim Aktif” diharapkan menjadi gerakan bersama menuju masyarakat yang lebih sehat, bugar, dan produktif. (KRV/pt)