Jakarta – Pameran Kerajinan Nusantara (Kriya Nusa) 2026 resmi berakhir setelah lima hari berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), 26–30 September 2026.
Penutupan Kriya Nusa 2026 dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Ny. Tri Tito Karnavian, serta Ketua Panitia Kriya Nusa 2026 Ayu Heni Rosan.
Ketua Panitia Kriya Nusa 2026 Ayu Heni Rosan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian Kriya Nusa 2026 terlaksana dengan baik. Ini tentu tidak lepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pihak, baik Dekranas, Dekranasda, kementerian dan lembaga, peserta, perajin, UMKM, maupun seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Selama perhelatan yang mempertemukan perajin, pelaku UMKM, pemerintah daerah, kementerian/lembaga dan masyarakat tersebut mendapat sambutan tinggi. Hingga hari terakhir, sekitar 297 ribu pengunjung tercatat hadir, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp20 miliar.
“Tak hanya menjadi ruang promosi dan apresiasi karya perajin Nusantara, pameran ini juga memberikan dampak ekonomi langsung. Hingga penutupan, total transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp20 miliar,”bebernya.
Kriya Nusa 2026 melibatkan 257 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian/lembaga, pelaku UMKM, hingga peserta umum. Sebanyak 410 booth disiapkan untuk menampilkan beragam produk kriya, wastra, kuliner, dan karya kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.
Ditempat yang sama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keberadaan Dekranas dalam menjaga sekaligus mengembangkan potensi kerajinan Indonesia. Menurutnya, kegiatan Dekranas tidak hanya berdampak terhadap perekonomian daerah, tetapi juga berperan dalam menghidupkan kembali potensi kerajinan yang menjadi bagian dari kekayaan Indonesia.
“Tapi, lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali yang gak bisa dinilai, adalah potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan,” ujar Tito.
Tito juga berharap potensi kerajinan Indonesia dapat terus berkembang hingga mampu menembus pasar global. Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia dinilainya menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan produk kerajinan nasional.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Kriya Nusa 2026 yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Tema ini menjadi dorongan agar produk kriya Indonesia terus berkembang melalui kreativitas, inovasi, keberlanjutan, sekaligus perluasan akses pasar.
Selain pameran produk, Kriya Nusa 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain fashion show, parade wastra, talkshow, workshop, mini workshop, serta pengalaman digital imersif yang dirancang untuk mendekatkan kriya Nusantara dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Kehadiran teknologi digital menjadi salah satu inovasi dalam penyelenggaraan Kriya Nusa tahun ini. Tito menjelaskan bahwa instalasi digital imersif dihadirkan untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif sekaligus menarik minat generasi muda terhadap kerajinan Indonesia.
Penutupan Kriya Nusa 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Dekranas, Dekranasda, pemerintah, pelaku usaha, perajin, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan industri kriya nasional.
Dengan berakhirnya rangkaian Kriya Nusa 2026, karya para perajin Nusantara diharapkan tidak berhenti pada ruang pamer, tetapi terus berkembang menjadi produk yang memiliki nilai tambah, membuka lapangan usaha, memperluas akses pasar, dan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (tp/pt)