Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur diproyeksikan akan mengalami peningkatan kunjungan wisatawan pada periode pasca-Lebaran 2026. Tren pergerakan masyarakat yang terus tumbuh menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata daerah, seiring membaiknya konektivitas dan meningkatnya daya tarik destinasi unggulan.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur, jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 480.626 orang. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat, terutama pada momen libur panjang setelah Hari Raya Idulfitri.
Sekretaris Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi, menyampaikan bahwa pergerakan masyarakat diproyeksikan meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Publika di TVRI Kaltim dengan tema Kesiapan Pariwisata Kaltim Hadapi Lonjakan Libur Lebaran, Rabu (18/3/2025).
“Tren mobilitas masyarakat menunjukkan peningkatan. Kami memperkirakan kunjungan wisatawan ke Kalimantan Timur akan mengalami kenaikan signifikan pada periode pasca-Lebaran tahun ini,” ujarnya.
Mengantisipasi potensi lonjakan tersebut, pemerintah daerah melalui Dispar Kaltim telah menyiapkan berbagai langkah strategis, di antaranya memastikan kesiapan fasilitas dan infrastruktur di sejumlah destinasi wisata agar mampu memberikan pelayanan optimal kepada pengunjung.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat, baik dengan instansi terkait maupun para pemangku kepentingan lainnya. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya pada masa arus perjalanan pasca-Lebaran yang diprediksi cukup tinggi.
Restiawan juga menyoroti keberadaan Ibu Kota Nusantara sebagai salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. Kawasan tersebut dinilai masih menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin melihat secara langsung perkembangan ibu kota baru Indonesia.
“Keberadaan IKN memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan. Banyak masyarakat yang tertarik untuk berkunjung, baik untuk tujuan wisata maupun sekadar melihat perkembangan kawasan,” jelasnya.
Dalam rapat koordinasi sebelumnya, turut dibahas rencana pembukaan fungsional jalan tol yang menghubungkan Balikpapan menuju kawasan IKN menjelang periode liburan. Akses ini diharapkan dapat memperlancar arus perjalanan serta meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Di sisi lain, peningkatan kualitas infrastruktur transportasi juga menjadi faktor pendukung yang semakin memperkuat daya tarik Kalimantan Timur sebagai destinasi wisata. Kemudahan akses, termasuk dari Bandara Balikpapan menuju kawasan IKN, dinilai semakin baik dan efisien.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis dapat mengelola lonjakan kunjungan wisatawan secara optimal, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Dalam dialog tersebut, turut hadir Alimuddin Deputi Sosmed dan Pemmas OIKN dan Fareis Athalets pengamat Pariwisata Universitas Mulawarman.
Para narasumber sepakat bahwa momentum libur Lebaran perlu dimanfaatkan secara positif dengan tetap menjaga ketertiban, kenyamanan, serta kebersihan di setiap destinasi wisata.(tp/pt)