Langkah Pelajar Kaltim Menuju Kampus Dunia: Cerita Inspiratif dari SMAN 10 Samarinda
Langkah Pelajar Kaltim Menuju Kampus Dunia: Cerita Inspiratif dari SMAN 10 Samarinda

Samarinda — Semangat pelajar Kalimantan Timur untuk menembus kampus kelas dunia digambarkan dalam talkshow interaktif bertema “Langkah Pelajar Kaltim Menuju Kampus Dunia.” dalam program Ngapeh yang tayang di TVRI Stasium Kaltim. Senin (20/04/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Evangelica Josephine Nainggolan (Lica), siswi berprestasi dari SMAN 10 Samarinda, serta Abd Rais Thamrin, Wakil Kepala SMAN 10 Samarinda.

Dalam kesempatan sesi berbagi pengalaman, Lica mengungkapkan keberhasilannya menembus berbagai perguruan tinggi luar negeri ternama. Ia diterima di sejumlah kampus di Amerika Serikat, Kanada, hingga Australia, seperti University of British Columbia (UBC) Okanagan, Monash University, Iowa State University, dan University of Utah. Tak hanya itu, Lica juga lolos dalam program nasional di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Meski memiliki banyak pilihan, Lica mengaku telah menentukan arah studinya, dengan menjadikan University of British Columbia dan Monash University sebagai prioritas. Namun, ia tetap mempertimbangkan keputusan akhir berdasarkan skema Beasiswa Garuda yang tengah diikutinya.

“Saya senang berada di lingkungan teman-teman yang punya semangat juang yang sama. Itu membuat saya terpacu untuk terus berkembang. Di sini, kami terbiasa belajar disiplin, mengerjakan soal, dan membangun mental sejak awal,” ungkap Lica.

Sementara itu, Abd Rais Thamrin menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari sistem pembinaan yang diterapkan di SMAN 10 Samarinda. Ia menyebut sekolahnya menjadi bagian dari program Garuda Transformasi, sebuah inisiatif nasional yang berada di bawah dua kementerian sekaligus.

“SMAN 10 Samarinda menjadi satu-satunya sekolah di Kalimantan Timur yang masuk dalam program ini. Kami melakukan pembinaan sejak kelas 10, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mental dan fisik siswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari 36 siswa yang didaftarkan dalam program tersebut, sebanyak 32 siswa telah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi dunia, sementara 4 siswa lainnya masih menunggu hasil.

Pembinaan yang dilakukan meliputi berbagai aspek, mulai dari penguatan akademik melalui drill soal, pendampingan lomba, hingga pembiasaan menulis esai dan karya tulis ilmiah. Bahkan, siswa didorong untuk aktif dalam organisasi guna membentuk karakter kepemimpinan.

“Kami menerima siswa dari berbagai latar belakang, lalu menyamakan kemampuan mereka melalui pembinaan intensif. Tidak jarang mereka belajar hingga malam, baik di sekolah maupun bersama tim dari kementerian,” tambahnya.

Menurutnya, kesiapan mental menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan global. Oleh karena itu, siswa dibiasakan untuk memiliki daya juang tinggi sejak awal, termasuk dengan memenuhi syarat seperti penyusunan karya ilmiah, baik kualitatif maupun kuantitatif.

Melalui berbagai program yang telah dibangun, pihak sekolah berharap dapat terus melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional.

“Harapannya, program ini bisa menjadi jembatan bagi pelajar Kalimantan Timur untuk meraih karier gemilang di masa depan,” tutup Abd Rais.

Capaian Ini menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, semangat belajar tinggi, serta lingkungan yang suportif, pelajar daerah pun mampu menembus batas dan melangkah menuju kampus-kampus dunia. (sef/pt)