SAMARINDA – Kondisi asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Timur dipengaruhi tidak hanya oleh sumber kebakaran, tetapi juga kondisi atmosfer. Salah satu faktor yang teridentifikasi adalah adanya lapisan inversi yang menyebabkan udara dan asap tertahan di lapisan atmosfer.
Kondisi tersebut disampaikan dalam briefing penanganan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang berlangsung di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kamis (17/9/2026).
Dalam pemaparan kondisi meteorologi, potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dinilai cukup terbuka. Peluang pertumbuhan awan hujan diperkirakan berada pada kisaran 50–70 persen di beberapa wilayah.
Namun, keberadaan lapisan inversi menyebabkan pergerakan vertikal udara menjadi terbatas. Kondisi tersebut membuat asap yang berada di permukaan cenderung tertahan sehingga konsentrasi asap dapat meningkat di sejumlah lokasi.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menyampaikan bahwa keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan menjadi salah satu harapan dalam membantu memperbaiki kondisi udara.
“Kami berharap awan yang berpotensi dapat menurunkan hujan,” kata Riza.
Sementara itu, informasi prakiraan cuaca menjadi salah satu dasar dalam menentukan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Akumulasi curah hujan yang diperkirakan berada pada kategori ringan hingga sedang menjadi pertimbangan dalam upaya meningkatkan peluang turunnya hujan.
Berdasarkan analisis kondisi atmosfer, perbaikan kondisi udara diperkirakan mulai terlihat sekitar 19–20 September 2026. Meski demikian, perbaikan tersebut tetap perlu diikuti dengan kewaspadaan terhadap kemunculan hotspot baru.
Pasalnya, ketika intensitas matahari kembali meningkat dan tutupan awan berkurang, kondisi permukaan yang masih kering dapat kembali meningkatkan potensi munculnya titik panas.
Karena itu, pemantauan hotspot, kondisi cuaca, kualitas udara, dan perkembangan karhutla tetap menjadi bagian penting dalam penanganan siaga darurat.
Di tengah upaya penanganan yang terus berjalan, masyarakat diimbau tetap memperhatikan informasi resmi mengenai kualitas udara dan kondisi cuaca di wilayah masing-masing. Potensi hujan dan pelaksanaan OMC diharapkan dapat membantu mengurangi asap serta kekeringan secara bertahap.
Potensi hujan di sejumlah wilayah dan pelaksanaan OMC, pemerintah berharap kondisi asap dan kekeringan di Kaltim dapat berangsur membaik, sembari tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya kembali titik panas.
Dengan dukungan kondisi atmosfer yang lebih mendukung, pemerintah berharap kualitas udara di Kalimantan Timur dapat berangsur membaik. Namun, kewaspadaan terhadap potensi munculnya kembali titik panas tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah meluasnya karhutla.