Literasi Kaltim Tak Sekadar Membaca, Masyarakat Diajak Cerdas Menyaring Informasi
Literasi Kaltim Tak Sekadar Membaca, Masyarakat Diajak Cerdas Menyaring Informasi

SAMARINDA – Di tengah derasnya arus informasi media sosial yang hadir hanya dalam hitungan detik, kemampuan membaca saja tidak lagi cukup. Masyarakat dituntut mampu memahami, memilah, dan berpikir kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim, Ir. Hj. Lisa Hasliana, mengatakan literasi memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengembangkan pengetahuan, berkomunikasi, berkarya serta mengambil keputusan secara bijak.

Img 20260829 091647 586@786761935

Menurut Lisa, tantangan tersebut semakin penting di tengah tingginya penggunaan media sosial, termasuk oleh anak-anak. Informasi yang begitu cepat beredar belum tentu tersaring dengan baik, sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menyikapi setiap informasi secara cermat. “Di media sosial ini berita itu hanya beberapa detik namun tidak tersaring secara baik,” ujarnya dalam acara Soft Opening Festival Literasi Kaltim Tahun 2026 “Out of the Box” Gudang Buku Keliling 2026, di Aula Kantor Tower Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim, Sabtu (29/8/2026).

Karena itu, Festival Literasi Kaltim 2026 tidak hanya menghadirkan buku, tetapi juga berbagai ruang belajar dan berbagi pengetahuan. Pameran buku, bedah buku, gelar wicara, workshop, lomba bertutur hingga kegiatan literasi lainnya menjadi bagian dari upaya mendekatkan literasi dengan kehidupan masyarakat. “Literasi dapat hadir melalui sebuah buku, cerita, karya seni, diskusi dan teknologi,” kata Lisa.

Img 20260829 091825 899@786761964

Lisa juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini. Sekolah dan perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dunia usaha hingga masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan ekosistem literasi yang kuat. “Literasi adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Tidak hanya literasi informasi, festival ini juga menghadirkan edukasi literasi keuangan melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Edukasi tersebut menjadi penting untuk membekali masyarakat menghadapi berbagai persoalan di ruang digital, termasuk maraknya pinjaman online dan potensi kejahatan keuangan di media sosial.

Img 20260829 103029 656@786765005

Festival Literasi Kaltim 2026 berlangsung 29 Agustus hingga 19 September 2026. Lisa mengajak masyarakat tidak berhenti menjadi pembaca, tetapi menjadikan pengetahuan sebagai gagasan dan karya.

“Mari membaca, mari belajar, mari berkarya, mari berkolaborasi dan mari membangun budaya literasi Kalimantan Timur,” ajaknya.(rey/pt)