Samarinda – Destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur, Pulau Maratua, kembali bersiap menyambut ajang prestisius Maratua Jazz 2026. Festival yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 ini akan menghadirkan pengalaman unik, yakni memadukan alunan musik jazz berkelas internasional dengan pesona ekowisata bahari yang menakjubkan.
Pulau Maratua, yang kerap dijuluki sebagai "Maldives-nya Indonesia", akan menjadi panggung utama bagi para musisi dan wisatawan untuk berinteraksi langsung dengan alam yang terjaga.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Saridewi, menjelaskan bahwa Maratua Jazz bukan sekadar konser musik biasa. Event ini dirancang dengan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan empat pilar utama:
• Konservasi: Menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut Maratua.
• Komunitas dan Budaya: Melibatkan kearifan lokal dalam setiap rangkaian acara.
• Kuliner/Gastronomi: Menyajikan kekayaan cita rasa lokal kepada pengunjung.
• Konser dan Selam: Menggabungkan hiburan musik dengan eksplorasi keindahan bawah laut yang mendunia.
Menanggapi kondisi ekonomi global yang fluktuatif, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar, Ririn Saridewi tetap menaruh optimisme tinggi terhadap target kunjungan wisatawan.
"Di tengah fluktuatifnya nilai rupiah terhadap dolar dan perubahan ekonomi global yang cukup dinamis, kita tetap berharap jumlah kunjungan wisatawan asing dan lokal tetap tinggi," ujar Ririn.
Menurut Ririn, kunci keberhasilan festival ini terletak pada kualitas pelayanan dan kreativitas penyelenggara. Ia menekankan bahwa panitia harus mampu mengemas promosi festival dengan sangat menarik.
"Panitia dan penyelenggara harus mengemas promosi festival jazz ini sebaik mungkin dan menerapkan hospitality pariwisata yang prima kepada pengunjung. Dengan pendekatan ini, diharapkan segmentasi pasar akan naik dan bertambah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perputaran ekonomi serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau," pungkasnya.
Maratua Jazz 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus sarana edukasi bagi wisatawan untuk mencintai dan melestarikan kekayaan alam Indonesia.