Pacu Pemadaman Karhutla, Helikopter Water Bombing Diterjunkan ke Kaltim
Pacu Pemadaman Karhutla, Helikopter Water Bombing Diterjunkan ke Kaltim

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim terus memperkuat sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat dan berbagai mitra strategis guna upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Img 20260908 W A0049

Kolaborasi lintas sektor ini diwujudkan lewat pengerahan armada helikopter water bombing atau operasi udara milik BNPB pada Selasa (8/9/2026), untuk memadamkan titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat serta menekan memburuknya kualitas udara yang berada pada kategori TIDAK SEHAT (PM 2.5).

Berdasarkan pemutakhiran data Posko Siaga Darurat Karhutla Kaltim, per 7 September 2026 satelit mencatat ada 761 titik hotspot yang tersebar di wilayah Kaltim. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 titik terkonfirmasi sebagai titik api aktif (firespot), dengan sebaran tertinggi berada di Kabupaten Paser (13 titik) dan Berau (7 titik).

Gemini Generated Image Ave8kqave8kqave8

Sebelum pengerahan operasi armada udara dilakukan, Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, telah memimpin rapat briefing secara hybrid pada Selasa (8/9/2026) pagi bersama jajaran Satgas Darat dan BPBD kabupaten/kota. Buyung menegaskan bahwa krisis sumber air dan medan yang berat membuat intervensi udara sangat mendesak untuk segera dieksekusi. Selain menyiapkan helikopter, BPBD Kaltim juga mulai memetakan sumber-sumber air yang dapat mendukung operasi pemadaman.

"Operasi udara ini menjadi langkah vital untuk membackup tim darat di area yang krisis air. Apalagi, fenomena kekeringan akibat El Nino diprediksi masih akan memicu ancaman karhutla hingga awal tahun 2027. Potensi hujan ringan pada Oktober mendatang pun diperkirakan belum mampu mengatasi karhutla secara signifikan," ujar Buyung Dodi Gunawan.

Whats App Image 2026 09 08 at 16.21.57

Melanjuti arahan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, menjelaskan bahwa pengerahan satu unit helikopter water bombing ini difokuskan di wilayah dengan titik api paling krusial. Operasi pemadaman udara dipusatkan di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda dengan melibatkan sinergi BPBD kabupaten/kota, Dinas Kehutanan, hingga mitra sektor perkebunan dan kehutanan.

"Kami langsung bergerak cepat menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah kabupaten dan kota terdampak agar mereka segera mengirimkan titik koordinat yang presisi. Langkah ini penting supaya pergerakan tim water bombing di lapangan bisa lebih efektif dan tepat sasaran," ungkap Tresna.

Img 20260908 Wa0064

Di sisi lain, upaya Operasi Modifikasi Cuaca (TMC/OMC) untuk memancing hujan buatan saat ini masih terkendala minimnya pertumbuhan awan konvektif.

"OMC sempat dilakukan sebagian di kawasan IKN. Tapi operasinya terpaksa dihentikan sementara karena tidak ada bibit awan. Cuaca yang terlalu cerah membuat penyemaian garam sulit dilakukan," tambah Tresna.

Selain memicu kebakaran, kemarau panjang ini juga mulai menimbulkan krisis air bersih di sejumlah daerah, salah satunya Kabupaten Paser. BPBD Kaltim pun mulai menyalurkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki ke lokasi terdampak.

Whats App Image 2026 09 08 at 15.55.49 (1)

Whats App Image 2026 09 08 at 15.55.49

Whats App Image 2026 09 08 at 15.55.48 (1)

Whats App Image 2026 09 08 at 15.55.48

Terkait dugaan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian manusia dalam pemicu karhutla, BPBD menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada pihak kepolisian. BPBD Kaltim juga terus mengimbau seluruh pihak, termasuk perusahaan perkebunan dan kehutanan, untuk aktif merespons cepat setiap temuan titik api di wilayah operasional masing-masing.  

Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Dengan memperkuat pemantauan, kesiapsiagaan tim darat, dukungan water bombing, serta koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap setiap titik api dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (sef/pt)