Samarinda – UPTD Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Odah Bersama milik Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur kini hadir sebagai rumah baru sekaligus pusat pembinaan bagi penyandang disabilitas. Berdiri di atas lahan seluas tujuh hektare, panti yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2026 tersebut, saat ini menampung 80 orang penyandang disabilitas.
Kepala UPTD Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Odah Bersama, Abdul Azis mengatakan seluruh kapasitas layanan yang ditargetkan telah terpenuhi. Panti melayani berbagai kategori penyandang disabilitas, mulai dari disabilitas fisik, disabilitas mental, tunarungu, hingga tunanetra.
"Alhamdulillah sekarang target 80 klien sudah terpenuhi. Ke depan kami berharap bisa membuka layanan bagi penyandang disabilitas perempuan jika SDM sudah mencukupi," ujarnya saat menerima kunjungan Sekretaris Dinsos Kaltim, Irene Yuriantini, Kamis lalu (9/7/2026).
Ia menjelaskan, Panti Sosial Odah Bersama tidak sekadar menyediakan tempat tinggal, namun juga memastikan kebutuhan dasar para penghuni terpenuhi. Setiap klien mendapatkan asrama yang dilengkapi fasilitas memadai, makan tiga kali sehari, serta layanan kesehatan rutin yang bekerja sama dengan Puskesmas Karang Asam. Pihak panti juga tengah menjajaki kerja sama dengan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
"Kita sudah berkoordinasi juga dengan RS Hermina Samarinda, karena secara lokasi rumah sakit itulah yang terdekat dari panti ini," ungkap Azis.
Bagi para penyandang disabilitas yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan, Odah Bersama diharapkan menjadi tempat yang tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga membuka kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bermartabat. (KRV/pt)