Pariwisata Kaltim Tetap Bergerak di Tengah Dinamika Sektor Penerbangan

Samarinda – Melemahnya nilai tukar rupiah dan kenaikan harga tiket pesawat menjadi tantangan serius bagi sektor penerbangan dan pariwisata di Kalimantan Timur. 

General Manager Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar mengungkapkan kenaikan harga tiket pesawat pasca-Lebaran 2026 berdampak langsung pada jumlah penumpang.

“Jika sebelumnya jumlah penumpang mencapai 14-15 ribu orang per hari, kini turun menjadi sekitar 9-11 ribu orang per hari. Pada akhir pekan rata-rata sekitar 12 ribu penumpang,” ujarnya dalam Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur, Rabu (10/6/2026). 

Screenshot 20260610 155419 You Tube

Menurut Iwan, kenaikan harga tiket dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya adalah meningkatnya harga avtur akibat kondisi geopolitik global. Sebagai contoh, tarif penerbangan Balikpapan–Jakarta yang sebelumnya sekitar Rp1,1 juta kini berada di kisaran Rp1,7 juta hingga Rp2 juta per orang.

Meski demikian, sektor pariwisata Kaltim masih menunjukkan daya tahan. Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi menyebut kunjungan wisatawan nusantara pada April-Mei 2026 telah mencapai sekitar 1,1 juta kunjungan. Sementara wisatawan mancanegara tercatat lebih dari 10 ribu kunjungan dengan pasar utama berada di Berau, Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Kutai Kartanegara.

Screenshot 20260610 160602 You Tube

Namun, dampak kenaikan tiket mulai dirasakan pelaku usaha wisata. Tingkat hunian hotel di sejumlah daerah dilaporkan belum mencapai 30 persen. Selain itu, sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) juga ikut terdampak akibat berkurangnya kegiatan pemerintah dan perusahaan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Untuk menjaga daya saing pariwisata, Ririn mendorong adanya dukungan berupa subsidi tiket dari pemerintah pusat serta kolaborasi antara pelaku wisata, hotel, dan platform perjalanan daring seperti Traveloka, Agoda, dan platform sejenis lainnya. 

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menegaskan bahwa tiket pesawat menjadi salah satu komponen yang turut memengaruhi inflasi daerah. Karena itu, pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi antara Bank Indonesia, Pemprov Kaltim, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Screenshot 20260610 154421 You Tube

Screenshot 20260610 155328 You Tube

Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Politik UMKT, Farid Wajdi menilai kenaikan harga tiket pesawat merupakan faktor eksternal yang sulit dikendalikan daerah. Karena itu, diperlukan strategi adaptif agar sektor pariwisata dan penerbangan tetap mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi global.

Meski menghadapi tekanan, para pemangku kepentingan optimistis sektor pariwisata Kaltim tetap memiliki peluang tumbuh melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan pasar wisata domestik. (KRV/pt)