Pemprov Kaltim dan Bank Indonesia Petakan Potensi UMKM Unggulan melalui Penelitian KPJU
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan data dan pemetaan yang komprehensif terhadap potensi unggulan UMKM di Kalimantan Timur

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Timur bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur melakukan langkah strategis bersama melalui penelitian Komoditas, Produk dan Jenis Usaha (KPJU) unggulan sebagai upaya memetakan potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur.

Penelitian yang akan berlangsung selama lima bulan tersebut bertujuan untuk mengenali sekaligus memahami secara mendalam profil UMKM serta menjadi langkah strategis untuk memetakan potensi UMKM di berbagai wilayah yang berkembang di Benua Etam. Sehingga, dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan ekonomi daerah yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Img 20260624 W A0046

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, Wahyu Gatut Purboyo, menyampaikan bahwa penelitian ini menjadi bagian penting dalam memperkuat strategi pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam sektor pemberdayaan UMKM yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan data dan pemetaan yang komprehensif terhadap potensi unggulan UMKM di Kalimantan Timur, sehingga dapat menjadi landasan dalam menyusun arah kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif,” ujarnya di Ruang Rapat Bappeda Kaltim, Rabu (24/6/2026).

Img 20260624 W A0045

Upaya pengembangan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia selama ini salah satunya melalui penyediaan informasi terkait Komoditas, Produk dan Jenis Usaha (KPJU) unggulan di daerah. Informasi tersebut dinilai penting sebagai sumber data dalam mendorong pertumbuhan dan peningkatan daya saing pelaku UMKM di Kalimantan Timur.

Perwakilan KPw Bank Indonesia Kalimantan Timur, Abraham Wahyu Nugroho, menjelaskan bahwa penelitian KPJU unggulan UMKM dilakukan berdasarkan klasifikasi sektor ekonomi yang mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian difokuskan pada sektor UMKM sebagai kelompok pelaku ekonomi terbesar di Kalimantan Timur.

Img 20260624 W A0044

Selain itu, penelitian ini juga mengacu pada regulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2014 sebagai pedoman dalam pengembangan produk unggulan daerah. Seluruh pemangku kepentingan dan pengambil keputusan turut dilibatkan agar hasil penelitian nantinya dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang implementatif.

Tim peneliti dari SEM Institut, Muhammad Arif Yunus, menjelaskan kajian yang dilakukan akan memetakan berbagai komoditas, produk, serta jenis usaha potensial yang berkembang di Kalimantan Timur untuk melihat sektor-sektor yang memiliki prospek pengembangan lebih lanjut.

Melalui penelitian ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap hasil kajian KPJU dapat menjadi dasar penetapan produk unggulan daerah sekaligus memperkuat strategi pengembangan UMKM yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih optimal. (tp/pt)