Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengikuti tahap wawancara dalam Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026, yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (9/7/2026).
Proses wawancara ini dilakukan oleh Tim Penilai Badan dari BPS kepada Tim Penilai Internal (TPI) dan instansi pemerintah terkait untuk menguji keabsahan data dan kualitas penyelenggaraan statistik.
Statistisi Ahli Muda Bidang Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim), Ika Wahyuni, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan intensif selama beberapa bulan terakhir.
“Kami telah bekerja keras dalam mempersiapkan dan mengumpulkan berbagai bukti dukung yang mencakup lima domain, 19 aspek, dan 38 indikator pada EPSS 2026,” ujar Ika.
Ia mengakui bahwa dalam proses pengumpulan dan pelaporan data sektoral, masih terdapat ruang untuk perbaikan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, pihaknya sangat terbuka dan mengharapkan arahan, koreksi, serta bimbingan dari tim penilai BPS.
Menurutnya Masukan pada wawancara ini sangat krusial bagi kami untuk terus membenahi tata kelola statistik di Kaltim.
“Kami berharap kualitas penyelenggaraan statistik sektoral dapat semakin terstandarisasi dengan baik, selaras dengan visi Satu Data Indonesia dan kerangka kerja yang ada. Kami optimistis seluruh rangkaian kerja ini produktif dan menghasilkan data yang optimal bagi peningkatan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Kaltim,” tambahnya.
Dalam proses evaluasi tersebut, tim penilai menguji 38 indikator yang tersebar pada lima domain penilaian untuk mengukur tingkat kematangan penyelenggaraan statistik sektoral di Provinsi Kalimantan Timur.
Tampak hadir Kepala Bidang Statistik Kepala Bidang Statistik Diskominfo Kaltim M Adrie Dirga Sagita, Statistisi Ahli Muda Diskominfo Kaltim, Untung Maryono, Pranata Komputer Ahli Muda Nazaruddin serta perwakilan Dinas Kesahatan Kaltim dan DP3A Kaltim.
Tim penilai ini diketuai oleh Statistisi Ahli Madya BPS, Dian Parwitasari, dengan anggota tim yang terdiri dari Statistisi Ahli Muda, yakni Dicky Dita F., La Ode Ahmad Arafat, dan Pramana Yhoga.(Prb/ty)