Pemprov Kaltim Perkuat Sistem Keamanan Digital, Gandeng Pakar Korea Bahas Strategi Cyber Security

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat keamanan sistem digital seiring semakin masifnya integrasi layanan pemerintahan berbasis elektronik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Keamanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). 

Kegiatan ini menghadirkan pakar keamanan siber serta mitra strategis dari Korea Internet & Security Agency (KISA) dan LS Ware Korea Selatan.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal mengingatkan bahwa transformasi digital yang semakin terintegrasi harus diimbangi dengan penguatan sistem keamanan informasi.

“Semakin banyak sistem yang terintegrasi untuk memudahkan pelayanan publik, semakin besar pula risiko yang harus kita hadapi. Semua OPD bergantung pada sistem dan server yang sama. Kalau keamanannya lemah, dampaknya bisa sangat berbahaya,” ujarnya saat menyampaikan laporan dalam Seminar Penguatan Sistem dan Operasional Keamanan TIK yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (9/6/2026).

Img 2504

Faisal mengungkapkan, sepanjang 2025 tercatat lebih dari 350 kali upaya serangan terhadap website pemerintah yang sebagian besar berkaitan dengan aktivitas siber ilegal. Ancaman tersebut bisa muncul akibat celah sistem maupun kesalahan manusia (human error).

Karena itu, ia menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi sama pentingnya dengan penguatan teknologi.

Senada dengan itu, Head of UBT PT Sucofindo, Sugeng Prayitno menegaskan bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan efektif tanpa tata kelola yang baik dan kesadaran keamanan dari setiap individu.

“Regulasi dan standar sudah tersedia, mulai dari ISO hingga Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Namun fondasi terpenting tetap pada kesadaran dan perilaku pengguna,” katanya.

Img 2509

Menurut Sugeng, ancaman siber saat ini tidak hanya datang dari jaringan luar, tetapi juga dapat berasal dari perangkat internal, media sosial, maupun kelalaian pengguna.

Kegiatan juga diisii dengan speech & introduction oleh Director of KISA, Ms. Kwon Hyun-o. Dilanjutkan dengan sesi materi mengenai Cyber Security Operations Center (CSOC) oleh Iman Karmawijaya dari LSware Indonesia, implementasi standar keamanan informasi ISO 27001 oleh Miftachus Tsaqif Ramadhana dari PT Sucofindo. Hingga pemanfaatan tanda tangan elektronik dan layanan sertifikasi elektronik dari BSrE. 

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya, Vice President LS Ware Inc, Benneth Lee, President Director of LS Ware Indonesia, Mr. Kim Man Sun, perwakilan Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), serta diikuti perangkat daerah dan Diskominfo kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. 

Melalui kolaborasi dengan para pakar dan mitra internasional, Pemprov Kaltim berharap mampu memperkuat ketahanan siber daerah sekaligus memastikan layanan publik digital berjalan aman, andal dan terpercaya bagi masyarakat. (KRV/pt)