SAMARINDA – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto terus diperkuat. Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tahura dan tim Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bergerak cepat menangani titik api yang kembali muncul di kawasan Kilometer 50, Selasa (1/9) malam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Rusmadi, turun langsung bersama tim untuk memastikan proses penanganan di lapangan berjalan optimal. Pemadaman dilakukan hingga malam hari sebagai langkah untuk mencegah api berkembang dan menjalar ke kawasan hutan di sekitarnya.
“Walaupun kewenangan pengelolaan sudah beralih, kami tetap hadir dan membantu dalam penanggulangan bencana di kawasan ini,” ujar Rusmadi saat berada di lokasi.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kecepatan sekaligus koordinasi antarpihak. Kondisi kawasan hutan yang luas serta medan yang tidak mudah dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman dan memastikan titik api benar-benar terkendali.
Dinas Kehutanan Kaltim juga menyiagakan personel, armada serta sarana dan prasarana pada sejumlah lokasi strategis. Salah satunya Pos Kilometer 45 Tahura Bukit Soeharto yang disiapkan sebagai titik kesiapsiagaan agar personel dapat segera bergerak apabila ditemukan titik api.
Rusmadi menegaskan, dukungan terhadap penanganan karhutla tetap dilakukan sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga kawasan hutan di Kalimantan Timur. Meski pengelolaan Tahura Bukit Soeharto telah beralih kepada Otorita IKN, koordinasi dan dukungan di lapangan tetap diperlukan untuk menghadapi potensi kebakaran.
Ia menambahkan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi. Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga perangkat daerah dan unsur terkait lainnya menjadi kekuatan penting dalam menghadapi ancaman kebakaran.
“Sinergi lintas sektor menjadi kekuatan utama kita. Dengan keterbatasan personel, tidak mungkin penanganan karhutla dilakukan sendiri,” tegasnya.
Respons cepat dan kolaborasi tersebut diharapkan mampu menekan risiko meluasnya kebakaran sekaligus menjaga kawasan hutan Kaltim dari kerusakan akibat karhutla. Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci agar setiap kemunculan titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. (*/rey/pt)
Sumber :antaranews.com