Permintaan Meningkat, Harga Pangan di Kaltim Diperkirakan Naik Hingga 5 Persen Menjelang Lebaran
Permintaan Meningkat, Harga Pangan di Kaltim Diperkirakan Naik Hingga 5 Persen Menjelang Lebaran

Samarinda – Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga sejumlah bahan pokok di Kalimantan Timur diperkirakan mengalami kenaikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memprediksi lonjakan harga terjadi pada beberapa komoditas strategis, seperti daging sapi, cabai, dan bawang merah, seiring meningkatnya permintaan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, mengatakan bahwa kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan merupakan pola yang terjadi hampir setiap tahun. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren peningkatan harga.

Img 20260318 W A0004

“Beberapa komoditas memang diproyeksikan mengalami kenaikan, seperti daging sapi, cabai, dan bawang merah. Pola ini hampir selalu terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya baru baru ini, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga di Kalimantan Timur adalah tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah. Sebagian besar kebutuhan bahan pokok masyarakat masih didatangkan dari luar pulau, sehingga harga di pasar sangat dipengaruhi oleh biaya distribusi dan kondisi di daerah asal.

“Sekitar 70 hingga 80 persen kebutuhan bahan pokok masih disuplai dari luar Kalimantan Timur. Kita bukan daerah produsen untuk beberapa komoditas tersebut, sehingga sangat bergantung pada kelancaran distribusi,” jelasnya.

Ketergantungan tersebut menyebabkan harga di tingkat pedagang menjadi sensitif terhadap perubahan biaya logistik, terutama ketika permintaan masyarakat meningkat menjelang Lebaran. Komoditas yang paling diwaspadai mengalami kenaikan adalah daging sapi sebagai kebutuhan utama saat hari raya, serta cabai dan bawang merah yang menjadi bumbu pokok dalam berbagai masakan.

Meski demikian, pemerintah daerah menilai kenaikan harga yang diperkirakan berada pada kisaran tiga hingga lima persen masih dalam batas wajar. Pengawasan pasar akan terus dilakukan guna mencegah adanya praktik spekulasi yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak terkendali.

“Kalau melihat tren yang ada, kenaikan diperkirakan sekitar tiga sampai lima persen dari harga normal,” kata Heni.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pokok. Dengan pengawasan yang ketat serta pasokan yang terjaga, diharapkan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan menjelang Idulfitri tanpa terbebani lonjakan harga yang signifikan.(*/rey/pt)

Sumber : Detakkaltim.com

Foto : IST