PPU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pesona Kriya Kaltim yang digelar pada 28–29 April 2026 di Kompleks Perkantoran Bupati Penajam Paser Utara (PPU).
Kegiatan ini mengusung konsep pengembangan UMKM berbasis kreativitas dan inovasi, dengan menghadirkan pameran produk unggulan serta pelatihan kerajinan rajut amigurumi bekerja sama dengan Bleu by Astrid. Antusiasme terlihat dari kehadiran pelaku UMKM, peserta pelatihan, perangkat daerah, hingga masyarakat yang turut meramaikan kegiatan.
Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur, Hj. Sarifah Suraidah Harum, menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya berorientasi pada promosi produk, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan inovasi.
“Pengembangan UMKM harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya membuka akses pasar melalui pameran, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kreativitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dan bersaing,” ujar Sarifah Suraidah Harum.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis Dekranasda Kaltim dengan menghadirkan dua pendekatan sekaligus, yakni memperluas jejaring pemasaran melalui pameran serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan pembuatan souvenir berbasis rajut atau amigurumi.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan fashion show batik Sekar Buen khas Kabupaten Penajam Paser Utara. Peragaan tersebut menampilkan kekayaan motif lokal yang dikemas dalam desain modern, sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong subsektor fesyen UMKM agar semakin kompetitif.
Pameran UMKM dalam kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk-produk unggulan khas Kalimantan Timur. Ragam kriya yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga potensi ekonomi yang besar dalam mendukung pengembangan pasar.
Sementara itu, pelatihan amigurumi diikuti oleh 30 peserta dari berbagai latar belakang. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran ide kreatif antar peserta. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir produk-produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Dekranasda Kalimantan Timur menegaskan akan terus hadir dalam mendampingi pelaku UMKM agar semakin mandiri dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dukungan berkelanjutan ini diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas serta berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor kriya secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang solid, UMKM Kalimantan Timur optimistis mampu menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun global. (tp/pt)