Produksi Perikanan Tangkap Meningkat, Kaltim Siap Penuhi Kebutuhan MBG

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memastikan ketersediaan hasil tangkapan nelayan lokal mampu memenuhi kebutuhan bahan baku ikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

“Hasil tangkapan yang melimpah dari nelayan di perairan kita kini diserap langsung sebagai sumber gizi utama bagi para penerima manfaat program nasional ini,” ungkap Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kaltim, Petrijansyah Noor, dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).

Saat ini, program MBG di Kalimantan Timur telah menjangkau 332.474 penerima manfaat yang tersebar melalui 145 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain menjadi upaya menyediakan gizi masyarakat, penyerapan hasil laut lokal juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi kesejahteraan nelayan di daerah.

Sektor penangkapan ikan Kaltim terus menunjukkan tren positif. Data menunjukkan kenaikan produksi dari 214.694 ton pada tahun 2024 menjadi 218.987 ton pada tahun 2025.

Hingga semester I tahun 2026, produksi penangkapan ikan telah mencapai angka 111.200 ton. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga menembus 223.300 ton pada akhir tahun.

Proyeksi tersebut didasarkan pada perhitungan rata-rata kenaikan sebesar 1,75% per tahun dari data historis selama 13 tahun terakhir.

“Walaupun volume pasokan dikelola penuh oleh satuan pelayanan, kami menjamin ketersediaan ikan lokal akan selalu mencukupi kebutuhan dapur sehat di SPPG,” tegas Petrijansyah.

Sekadar informasi, selain memenuhi kebutuhan pangan domestik, produk perikanan dari Kalimantan Timur juga telah menembus pasar internasional, dengan tujuan ekspor yang mencakup Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, China, hingga Malaysia. (prb/ty)