PSPA Dharma Kaltim Jadi Rumah Aman Puluhan Anak 

Samarinda – Panti Sosial Perlindungan Anak (PSPA) Dharma milik Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur terus menjalankan perannya sebagai rumah aman bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan. Saat ini, sebanyak 81 anak dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur mendapatkan layanan pengasuhan, pendampingan, serta pemulihan di panti tersebut.

Kepala UPTD PSPA Dharma, Sri Wahyuni didampingi Pekerja Sosial Ahli Pertama Seksi Perlindungan dan Advokasi Sosial Teofilus Cuan'ga mengatakan, panti tidak hanya menampung anak terlantar. Tetapi juga anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual, KDRT, perdagangan orang (TPPO), bencana alam, hingga berbagai bentuk perlindungan khusus lainnya. 

"Yang kami tangani adalah anak-anak korban yang membutuhkan tempat aman sekaligus pendampingan agar mereka bisa kembali tumbuh dengan baik," ujar Teofilus Cuan'ga saat menerima kunjungan Sekretaris Dinas Sosial, Irene Yuriantini pada Kamis (9/7/2026). 

Img 1223

Img 1210

Di tempat yang sama, Pengolah Data dan Informasi Seksi Penyantunan dan SDM Suyono menjelaskan, selain memenuhi kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, makanan, pakaian, dan pendidikan, PSPA Dharma juga memberikan pendampingan psikologis dan pengembangan karakter. 

Anak-anak mengikuti berbagai kegiatan. Mulai dari konseling, hipnoterapi, pembinaan agama, musik, menjahit, senam, hingga organisasi Persatuan Remaja Dharma untuk membangun rasa percaya diri dan kemandirian.

"Anak-anak yang tinggal di panti tetap bersekolah di luar sesuai jenjang pendidikan. Sementara waktu luang mereka diisi dengan sekitar 10 program pembinaan yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang secara fisik, mental, dan sosial."

Img 1195

Img 1208

Berdiri di atas lahan seluas 5,3 hektare, PSPA Dharma memiliki 10 asrama yang mampu menampung delapan hingga sepuluh anak di setiap wisma. Melalui pelayanan yang menyeluruh, panti ini tidak hanya menjadi tempat berlindung. Tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali menemukan harapan dan menata masa depan mereka. (KRV/pt)