Rakerprov FPTI Kaltim 2026, Momentum Konsolidasi dan Kebangkitan Prestasi Panjat Tebing
Rakerprov FPTI Kaltim 2026, Momentum Konsolidasi dan Kebangkitan Prestasi Panjat Tebing

Samarinda — Komitmen memperkuat prestasi olahraga panjat tebing di Kalimantan Timur kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kaltim Tahun 2026. Mengusung tema “Sinergi Organisasi, Akselerasi Prestasi: Menuju Kejayaan Panjat Tebing Kaltim”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah kebijakan strategis ke depan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung KONI Kalimantan Timur, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Sabtu (11/4/2026), dihadiri Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, Ketua Umum FPTI Kaltim Elly Luchritia Nova, jajaran pengurus FPTI kabupaten/kota, serta perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim yang diwakili Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Rasman Rading, bersama para pemangku kepentingan di bidang olahraga.

Rakerprov secara resmi dibuka oleh Rusdiansyah Aras. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perumusan program kerja yang strategis dan terukur dalam menghadapi agenda olahraga daerah maupun nasional ke depan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim Tahun 2026 yang telah ditetapkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14–27 November 2026.

Img 9177

“Melalui forum ini, diharapkan seluruh peserta dapat memberikan masukan konstruktif untuk menyusun program kerja yang efektif, khususnya dalam mempersiapkan atlet menghadapi Porprov dan tahapan menuju Babak Kualifikasi PON,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) sebagai pintu menuju PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, hasil dari Porprov nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet berprestasi.

Dari sisi dukungan anggaran, Rusdiansyah menyampaikan bahwa KONI Kaltim telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama Dispora Kaltim. Namun demikian, pengelolaan anggaran dilakukan dengan skala prioritas untuk memastikan efektivitas pembinaan cabang olahraga.

“Dengan keterbatasan anggaran, diperlukan strategi yang tepat agar prestasi tetap dapat ditingkatkan. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan sistem pengelompokan cabang olahraga berdasarkan capaian prestasi dalam dua edisi PON terakhir. FPTI Kaltim saat ini berada pada kategori grade C (harapan), yang menunjukkan potensi untuk terus berkembang dan meraih prestasi lebih baik.

Secara historis, panjat tebing Kaltim pernah mencatatkan prestasi gemilang dengan raihan medali emas pada PON 2008 di Kaltim, PON 2012 di Riau, serta PON 2016 di Jawa Barat. Namun pada PON 2021 di Papua dan PON 2024 di Aceh-Sumatera Utara, capaian tersebut belum berhasil dipertahankan.

“Melalui Rakerprov ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan panjat tebing Kaltim di ajang nasional,” tegasnya.

Img 9154

Sementara itu, Ketua Umum FPTI Kaltim Elly Luchritia Nova menyampaikan bahwa Rakerprov menjadi sarana penting untuk memperkuat sinergi organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta menyelaraskan program kerja antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota.

Senada dengan itu, mewakili Plt. Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan prestasi olahraga, termasuk panjat tebing. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun internasional.

Img 9160

Melalui pelaksanaan Rakerprov ini, FPTI Kaltim diharapkan semakin solid dan mampu merumuskan program kerja yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pencapaian prestasi, sejalan dengan visi pembangunan olahraga daerah.