Samarinda - Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Bidang Regional Investor Relations Unit (RIRU) Kaltim Tahun 2026 yang berlangsung secara luring dan daring. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, serta diikuti Dispar Kabupaten dan Kota se Kaltim secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (18/6).
Rapat koordinasi internal tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, dan dihadiri oleh perwakilan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dalam Bidang RIRU Kaltim.
Dalam arahannya, Ririn menegaskan bahwa forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan isu-isu prioritas dari masing-masing bidang RIRU Kaltim yang sejalan dengan Komitmen Bersama Kepala Daerah se-Kalimantan Timur yang telah ditandatangani pada High Level Meeting (HLM) RIRU Kaltim Tahun 2025. Selain itu, pembahasan juga mengacu pada notula hasil audiensi bersama Ketua RIRU Kaltim yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur pada 3 Juni 2026.
Khusus pada Bidang Pariwisata, Ririn menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur sebagai salah satu sektor strategis yang mampu menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Setiap daerah diharapkan dapat mengidentifikasi potensi unggulan serta isu prioritas yang dapat dikembangkan menjadi peluang investasi yang berdaya saing.
“Pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga pada penguatan ekosistem pendukung, mulai dari infrastruktur, ekonomi kreatif, promosi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dapat menghadirkan destinasi yang menarik bagi wisatawan sekaligus investor,” ujar Ririn.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kaltim, Restiawan Baihaqi menyampaikan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menjadi daya ungkit investasi daerah apabila dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan.
"Melalui RIRU, kami ingin memastikan bahwa potensi pariwisata di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dapat dipetakan secara lebih terarah dan dipromosikan sebagai peluang investasi yang menjanjikan. Sinergi antar daerah menjadi kunci agar sektor ini semakin berdaya saing dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat," ucap Eki sapaan akrab Restiawan Baihaqi.
Ia menambahkan, rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun langkah strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mampu menarik minat investor untuk berinvestasi di berbagai destinasi unggulan di Kalimantan Timur.
Rapat Koordinasi Bidang RIRU Kaltim Tahun 2026 ini diharapkan menghasilkan rumusan isu-isu prioritas, khususnya pada sektor pariwisata kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, yang dapat menjadi fokus bersama dalam menarik investasi, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung percepatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan Timur. (ara/ty)