Ribuan Pecinta Bola Ramaikan Nobar Piala Dunia 2026 di Makorem 091/ASN Samarinda

Samarinda - Ribuan warga Samarinda memadati Lapangan Makorem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) untuk mengikuti kegiatan Nobar Bola Gembira Piala Dunia 2026.

Acara ini merupakan kolaborasi antara TVRI Kalimantan Timur dengan Korem 091/ASN. Minggu (12/7/2026).

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pukul 04.00 wita, mereka  berkumpul untuk menyaksikan dua laga semifinal Piala Dunia 2026. Laga pertama mempertemukan Inggris melawan Norwegia, yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Inggris.

Kemudian, acara berlanjut pada pukul 09.00 WITA dengan laga Argentina melawan Swiss yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Argentina.

7eba0569 7af0 4dca A6da 0fb2f7bb6536

Selain menyediakan layar lebar bagi penonton, panitia turut menghadirkan berbagai fasilitas untuk memanjakan pengunjung, mulai dari sarapan gratis, kudapan, hingga stan UMKM lokal.

Suasana semakin semarak dengan adanya pembagian doorprize menarik seperti sepeda motor, sepeda listrik, televisi, dan lemari es yang diundi di sela-sela pertandingan.

F0468926 25f2 404d 8a91 152ec49c97ad

Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat untuk mendekatkan siaran resmi Piala Dunia kepada masyarakat.

"Saya selaku tuan rumah mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang hadir. Mari kita nikmati pertandingan ini dengan gembira dan kepala dingin. Menang atau kalah dalam sepak bola adalah hal biasa. Harapan kita, Kaltim selalu damai dan kita tetap bersatu," ujar Danrem

Cb74daf5 62da 45b3 9c44 1448ba886b58

Kepala Stasiun TVRI Kaltim, Febriani, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di ratusan titik di seluruh Indonesia.

4564600b Cfb6 4791 Abaf 2e033d8ceb40

"Nobar ini menjadi momentum kebersamaan bagi pecinta sepak bola di Samarinda. TVRI, sebagai pemegang hak siar resmi, berkomitmen menghadirkan tontonan berkualitas yang dapat diakses masyarakat secara gratis," jelas Febriani. (Penrem/prb/ty)