Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus memantapkan persiapan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang akan digelar pada 10 Juli 2026 mendatang. Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Sekretaris Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur, H. Abdul Muis, di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Satpol PP Kaltim, Selasa (7/7/2026).
Rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan guna menyukseskan program nasional yang bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, tertib, dan indah melalui semangat kolaborasi.
Sekretaris Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur H. Abdul Muis mengatakan, pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat dalam mendukung Program Bersih Nasional. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat bersinergi agar pelaksanaan kegiatan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan gotong royong, tetapi menjadi momentum membangun budaya hidup bersih dan tertib melalui kolaborasi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya koordinasi antara perangkat daerah, TNI, Polri, Satpol PP Kota Samarinda, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, organisasi masyarakat, hingga unsur perlindungan masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib, efektif, serta terdokumentasi dengan baik.
Dalam rapat, seluruh peserta pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI. Satpol PP Kota Samarinda menyatakan kesiapan mengawal dan melakukan monitoring kegiatan, sementara kecamatan dan kelurahan akan berperan dalam mobilisasi masyarakat serta penentuan titik lokasi kegiatan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kota Samarinda juga menyatakan kesiapan mendukung pengelolaan sampah hasil gotong royong, sedangkan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur akan memfasilitasi dokumentasi, publikasi, siaran langsung, hingga dukungan teleconference.
Gerakan Indonesia ASRI direncanakan dipusatkan di kawasan Taman Samarendah dan sekitarnya, serta dapat diperluas ke fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah. Selain aksi bersih-bersih, rangkaian kegiatan juga meliputi senam bersama, penanaman pohon, donor darah, pasar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, panitia segera menyampaikan surat kepada seluruh perangkat daerah dan instansi terkait guna memastikan dukungan personel, sarana dan prasarana, armada pengangkut sampah, pengaturan lalu lintas, hingga kehadiran pimpinan daerah pada pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI yang dijadwalkan berlangsung 10 Juli 2026 mendatang.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan, ketertiban dan keindahan lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari. (rey/pt)