Samarinda — Ketersediaan beras di Kalimantan Timur dipastikan tetap aman meski musim kemarau dan fenomena El Nino berdampak terhadap produktivitas pertanian. Perum Bulog Kanwil Kaltim dan Kaltara memastikan stok beras yang tersedia masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara, Musazdin Said, mengatakan realisasi penyerapan gabah petani saat ini mengalami penurunan dibandingkan target yang telah ditetapkan.
“Target kita sekitar 23.000 ton, sementara sampai sekarang baru terserap sekitar 15.000 ton,” kata Musasdin di Samarinda belum lama ini.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari dampak kekeringan dan musim kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah. Padahal, beberapa daerah seperti Samarinda dan Kutai Kartanegara memiliki potensi untuk mendukung penyerapan gabah petani.
Meski serapan gabah menurun, Musasdin memastikan kondisi stok beras Bulog masih mencukupi. Dengan stok yang tersedia saat ini, kebutuhan beras masyarakat diperkirakan dapat dipenuhi hingga 2027.
“Kalau untuk stok beras yang kita kuasai sekarang, dengan sekitar 15.000 ton, dibandingkan dengan penyaluran kita masih bisa mencukupi sekitar lima sampai enam bulan ke depan,” ujarnya.
Musasdin menambahkan, stok beras tersebut diprioritaskan untuk mendukung berbagai program pemerintah, terutama operasi pasar dan bantuan pangan bagi masyarakat.
Penyaluran juga diarahkan ke sejumlah daerah yang memiliki tantangan akses distribusi, termasuk wilayah terisolir seperti Kabupaten Mahakam Ulu.
Bulog, kata dia, akan terus menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi beras agar kebutuhan masyarakat Kaltim tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian.(Prb/ty)
foto : teguh