Seratus Anak, Satu Harapan: Panti Asuhan Harapan Kaltim Siapkan Masa Depan Anak 

Samarinda – Di balik deretan wisma di Panti Sosial Asuhan Anak Harapan (PSAAH) tersimpan kisah seratus anak yang tengah menata masa depan. Mereka berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, mendapatkan tempat tinggal, pendidikan, serta pendampingan hingga lulus sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD PSAAH sekaligus Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kaltim, Achmad Rasyidi mengatakan saat ini panti menampung 100 anak asuh. Terdiri dari 53 laki-laki dan 47 perempuan, yang menempati 10 wisma. 

"Anak-anak yang kami layani adalah usia sekolah, mulai SD hingga SMA. Mereka berasal dari keluarga tidak mampu, anak terlantar, anak yang ditelantarkan, maupun yatim piatu," ujarnya saat menerima kunjungan Sekretaris Dinas Sosial Kaltim, Irene Yuriantini didampingi Kasubag Umum Edwin Kurniawan, Rabu (15/7/2026).

Img 1358

Img 1336

Selama tinggal di panti, seluruh kebutuhan dasar anak dipenuhi. Mulai dari tempat tinggal, makan, seragam sekolah, hingga perlengkapan belajar. Mereka akan dibina hingga menyelesaikan pendidikan SMA sebelum kembali ke keluarga.

Tak hanya fokus pada pendidikan formal, Panti Asuhan Harapan juga membekali anak-anak dengan berbagai keterampilan. Seperti komputer, musik band, serta tengah menyiapkan pelatihan menjahit dan hidroponik sebagai bekal kemandirian.

Rasyidi mengungkapkan, minat masyarakat untuk menitipkan anak ke panti cukup tinggi. Karena itu, pihaknya berencana menambah kapasitas dengan memanfaatkan ruang kosong menjadi kamar tambahan agar lebih banyak anak dapat memperoleh layanan.

Img 1347

Img 1350

Ia menegaskan, Panti Sosial Asuhan Anak Harapan berbeda dengan UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak (PSPA) Dharma di Samarinda Seberang. Jika PSPA Dharma menangani anak-anak korban yang membutuhkan perlindungan khusus, Panti Asuhan Harapan berfokus memberikan pengasuhan dan pendidikan bagi anak-anak terlantar hingga mereka siap menatap masa depan. (KRV/pt)