SAMARINDA – Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (Unmul) kembali menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam pengembangan riset dan teknologi berbasis kawasan tropis. Melalui perhelatan tahunan Seminar Nasional Rekayasa Tropis (SNRT) ke-4, Unmul memfokuskan perhatian publik dan akademisi pada pentingnya inovasi terapan yang berwawasan lingkungan demi menopang pembangunan nasional yang berkelanjutan dari bumi Kalimantan Timur (Kaltim).
Mengangkat tema besar "Rekayasa Tropis dan Kampus Berdampak: Mendorong Inovasi Hijau untuk Pembangunan Nasional", forum ilmiah yang berlangsung pada Kamis (10/9/2026) di Gedung Hexagon FT Unmul ini diselenggarakan secara hybrid. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi/Dies Natalis Fakultas Teknik Unmul yang ke-24.
Kegiatan SNRT ke-4 ini secara resmi dibuka oleh Rektor Unmul yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul, Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M.Si. Dalam pidato pembukaannya, Prof. Lambang menekankan bahwa konsep "Kampus Berdampak" bukan sekadar wacana akademis, melainkan komitmen moral perguruan tinggi agar setiap luaran riset benar-benar dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat dan industry.
"Semoga kita terus bisa berkolaborasi semua dalam ekosistem research sehingga menghasilkan publikasi yang bermanfaat," ungkapnya di hadapan ratusan peserta. Beliau juga menambahkan bahwa Kaltim, dengan karakteristik geografis dan ekosistem tropisnya yang khas, membutuhkan pendekatan rekayasa khusus yang mengedepankan prinsip keterlanjutan (sustainability) dan efisiensi hijau.
Penyelenggaraan SNRT tahun ke-4 ini memegang peranan krusial karena menandai keberlanjutan kemitraan strategis antara Unmul dan PT Pertamina (melalui Pertamina EP Sangatta Field) yang telah terjalin erat sejak tahun 2022.
Sinergi lintas sektor antara perguruan tinggi dan industri energi ini menjadi bukti nyata komitmen kedua lembaga dalam mengawal transisi energi, efisiensi industri, serta pengelolaan lingkungan hidup di Kaltim. Melalui kemitraan yang teruji selama empat tahun ini, berbagai gagasan ilmiah yang dihasilkan di bangku perkuliahan terbukti mampu diselaraskan dengan kebutuhan teknis dan praktis di lapangan, utamanya dalam menyikapi isu-isu perubahan iklim dan reklamasi lingkungan kawasan tropis.
Rangkaian acara SNRT 2026 diawali dengan sesi Kuliah Umum (Keynote Session) yang menghadirkan diskursus dari para pakar terkemuka. Hadir sebagai narasumber utama perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI, manajemen PT Pertamina, serta akademisi senior Universitas Mulawarman. Diskusi Pleno ini membedah strategi hilirisasi riset, inovasi material hijau, hingga penerapan smart infrastructure di kawasan tropis.
Melalui gelaran SNRT ke-4 ini, Universitas Mulawarman makin memantapkan perannya sebagai center of excellence (pusat unggulan studi) rekayasa tropis di Indonesia. Seluruh makalah dan gagasan unggulan yang telah dipresentasikan nantinya akan diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Tropis ber-ISSN/ISBN serta jurnal-jurnal ilmiah terakreditasi. (sef/pt)
Foto : Adding & Raihan