Samarinda - Social Enterprise dinilai sebagai salah satu cara efektif untuk memberdayakan perempuan. Model bisnis ini memungkinkan perempuan untuk berkontribusi secara ekonomi melalui usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, Nina Dewi, menyampaikan hal tersebut dalam Materi Sharing Session BPSDM Provinsi Kalimantan Timur Episode-77 mengangkat tema “Perempuan Berdaya Ekonomi Berjaya”secara virtual, Kamis (17/4/2025).
Ia menekankan bahwa melalui Social Enterprise, perempuan dapat menciptakan peluang kerja, meningkatkan taraf hidup, dan memperkuat ekonomi keluarga.
Lebih lanjut, Nina Dewi menyoroti peran krusial Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung perkembangan Social Enterprise. Sebagai pengambil kebijakan, ASN memiliki tanggung jawab untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan perempuan.
"Dengan memahami potensi Social Enterprise, ASN dapat mengintegrasikan pendekatan ini dengan berbagai program ekonomi berbasis di seluruh Indonesia," ujarnya.
Materi Sharing Session Episode-77 ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan strategi kepada ASN di seluruh Indonesia dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Social Enterprise.
Nina Dewi menyampaikan harapannya agar peserta dapat berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan dan mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang bersedia berbagi ilmu.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Co-Founder & Chief Of Community Development Du Anyam dan Krealogi, Hanna Keraf. (Prb/ty)