SAMARINDA — Di tengah pesatnya arus digitalisasi yang kian mempengaruhi aktivitas ekonomi, perkembangan Artificial Intelligence (AI) kini menjadi motor penggerak utama transformasi ekonomi. Teknologi ini dinilai mampu mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data.
Sebagai bentuk penghargaan dan penghargaan kepada para pelaku usaha yang telah kooperatif menjadi mitra strategis dalam penyediaan data, Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan Temu Responden 2026 . Acara ini bertempat di Aula Maratua, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur, pada Selasa (11/8/2026).
Temu Responden 2026 mengusung tema “AI untuk Transformasi Ekonomi Kalimantan Timur: Memperkuat Produktivitas, Inovasi, dan Sinergi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan”.
Dalam perayaannya, Jajang Hermawan memaparkan tiga poin penting yang menjadi sorotan utama dalam agenda Temu Responden tahun ini.
Jajang menyampaikan bahwa kegiatan ini pada hakikatnya merupakan wujud apresiasi mendalam kepada seluruh responden yang konsisten menjadi mitra strategis BI dalam penyediaan data dan informasi ekonomi.
“Kami menyadari bahwa data dan informasi yang disampaikan tidak diperoleh dengan mudah.Di tengah kesibukan menjalankan kegiatan usaha, tetap meluangkan waktu untuk mengisi pengawasan, menerima kunjungan, wawancara, serta menyampaikan informasi mengenai perkembangan usaha, harga, penjualan, investasi, maupun ekspektasi ke depan,” ujar Jajang.
Poin kedua menegaskan nilai penting kontribusi para responden bagi lembaga. Sebagai otoritas moneter, pengatur sistem pembayaran, dan pemeliharaan stabilitas sistem keuangan, Bank Indonesia sangat bergantung pada data yang akurat, terkini, serta relevan sebagai landasan utama dalam penyusunan kebijakan di daerah.
Sedangkan poin ke tiga Urgensi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) memasuki era dengan volume data yang masif serta perubahan ekonomi yang bergerak cepat, pemanfaatan AI menjadi sebuah keniscayaan.
AI tidak lagi dipandang sekadar sebagai tren teknologi masa depan, melainkan bagian nyata dari transformasi ekonomi saat ini.
Kalimantan Timur saat ini berada dalam momentum penting transformasi ekonomi. Oleh karena itu, kemampuan mengoptimalkan teknologi AI menjadi faktor krusial dalam memperkuat produktivitas, inovasi, dan daya saing daerah.
Melalui tema yang diangkat tahun ini, Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan dan pelaku untuk melihat AI sebagai pendorong utama.
Harapannya, teknologi ini mampu mengubah data mentah menjadi wawasan berharga, wawasan menjadi keputusan strategis, yang pada akhirnya bermuara pada kemajuan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Guru Besar Digital Business Strategy, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University, Andry Alamsyah, Founder & Creative Thinker OMG Consulting Yoris Sebastian.
Temu responden diikuti peserta dari Perangkat Daerah, Instansi vertikal maupun per bankkan. (Prb/ ty)
foto : teguh