Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat langkah dalam merangkul para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tidak hanya bertahan, tetapi juga tangguh menghadapi arus digitalisasi. Melalui penguatan literasi dan ekosistem usaha, UMKM Kaltim kini dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih modern dan inklusif.
Melalui kegiatan Pengembangan UMKM melalui Literasi Digital Menuju Ekonomi Berbasis Teknologi yang digelar di Galeri UKM Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Senin (13/4/2026), pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu pelaku usaha, tetapi juga membangun fondasi kolaborasi lintas sektor guna mempercepat transformasi ekonomi daerah.
Kegiatan yang dibuka oleh Pengawas Koperasi Ahli Muda, Rovan Amhar, mewakili Kepala DPPKUKM Kaltim ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjawab tantangan digitalisasi yang kian masif.
Dalam sambutannya, Rovan menegaskan bahwa perubahan pola bisnis saat ini menuntut pelaku UMKM untuk tidak lagi bergantung pada metode konvensional.
“Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar agar UMKM mampu bersaing dan memperluas pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguasaan literasi digital akan membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha, mulai dari pemasaran berbasis platform digital, pengelolaan keuangan yang lebih transparan, hingga inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern.
Lebih jauh, Rovan menekankan bahwa kekuatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah harus didukung dengan sistem yang terintegrasi, tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga akses terhadap pembiayaan, perlindungan usaha, dan jejaring pasar.
“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan individu, tetapi juga ekosistem yang mendukung UMKM agar bisa naik kelas secara berkelanjutan,” jelasnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kanwil Kemenkumham, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Kaltimtara, hingga akademisi dari Universitas Mulawarman. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi bukti bahwa pengembangan UMKM membutuhkan sinergi lintas sektor.
Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan adaptif di era digital. (tp/pt)
Dokumentasi : DPPKUKM Kaltim