Potensi Industri

DATA POTENSI INDUSTRI KALIMANTAN TIMUR 2015

Penggolongan sektor industri berdasarkan jumlah tenaga kerjanya dibedakan menjadi industri besar, industri sedang, industri kecil dan industri kerajinan rumah tangga. Data mengenai industri besar dan sedang tersedia setiap tahun, sedangkan data mengenai industri kecil dan rumah tangga tidak tersedia pada publikasi ini.  Perusahaan industri besar adalah usaha industri dengan tenaga kerja lebih dari 100 orang, dan industri sedang adalah usaha industri dengan tenaga kerja antara 20-99 orang.  

Banyaknya perusahaan Industri  Besar dan Sedang  di Kalimantan Timur pada tahun 2013 tercatat 140 perusahaan dengan menyerap 30.407 tenaga kerja, dengan total  pengeluaran untuk tenaga kerja berkisar Rp 1,63 triliun. Dilihat dari jumlah perusahaan, pada tahun 2013 mengalami peningkatan dibanding tahun 2012, dan nilai tambahnya juga meningkat namun penyerapan tenaga kerja terjadi penurunan.

  1. Industri pengolahandikelompokkan ke dalam 4 golongan berdasarkan banyaknya pekerja, yaitu:
  1. Industri Besar  adalah perusahaan yang mempunyai pekerja 100 orang atau lebih;
  2. Industri Sedang  adalah perusahaan yang mempunyai pekerja 20-99 orang;
  3. Industri Kecil  adalah peru-sahaan yang mempunyai pekerja 5-19 orang;
  4. Industri Rumah Tangga adalah usaha kerajinan rumah tangga yang mempunyai pekerja antara 1-4 orang.
  1. Klasifikasi Industri Pengolahan:
  1. Industri makanan
  2. Industri Minuman
  3. Industri Pengolahan Tembakau.
  4. Industri Tekstil.
  5. Industri Pakaian Jadi
  6. Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk furnitur) dan Barang Anyaman Bambu, Rotan dan Sejenisnya
  7. Industri Kertas dan Barang dari Kertas
  8. Industri Percetakan dan Reproduksi dari Media Rekaman
  9. Industri Produk dari Batu Bara dan Pengilangan Minyak Bumi
  10. Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia
  11. Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional
  12. Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik
  13. Industri Bahan Galian bukan Logam
  14. Industri Logam Dasar
  15. Industri Bahan Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya
  16. Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik
  17. Industri Peralatan Listrik
  18. Industri Mesin dan Perlengkapan ytdl
  19. Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer
  20. Industri Alat Angkutan Lain
  21. Industri Furnitur
  22. Industri Pengolahan Lainnya
  23. Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan

DATA POTENSI INDUSTRI KALIMANTAN TIMUR 2014

Penggolongan sektor industri berdasarkan jumlah tenaga kerjanya dibedakan menjadi industri besar, industri sedang, industri kecil dan industri kerajinan rumah tangga. Data mengenai industri besar dan sedang tersedia setiap tahun, sedangkan data mengenai industri kecil dan rumah tangga tidak tersedia pada publikasi ini.  Perusahaan industri besar adalah usaha industri dengan tenaga kerja lebih dari 100 orang, dan industri sedang adalah usaha industri dengan tenaga kerja antara 20-99 orang.

Banyaknya perusahaan Industri Besar dan Sedang  di Kalimantan Timur pada tahun 2012 tercatat 129 perusahaan dengan menyerap 31.965 tenaga kerja, dengan total pengeluaran untuk tenaga kerja berkisar Rp 1,41 triliun. Dilihat dari jumlah perusahaan, pada tahun 2012 mengalami peningkatan dibanding tahun 2011, dan penyerapan tenaga kerja serta nilai tambahnya juga meningkat sehingga pertumbuhan untuk sektor industri mengalami percepatan.

PENJELASAN TEKNIS

  1. Industri pengolahan dikelom-pokkan ke dalam 4 golongan berdasarkan banyaknya pekerja, yaitu:
  1. Industri Besar adalah peru-sahaan yang mempunyai pekerja 100 orang atau lebih;
  2. Industri Sedang adalah perusahaan yang mempu-nyai pekerja 20-99 orang;
  3. Industri Kecil adalah peru-sahaan yang mempunyai pekerja 5-19 orang; dan
  4. Industri Rumah Tangga adalah usaha kerajinan rumah tangga yang mempunyai pekerja antara 1-4 orang.
  1. Klasifikasi Industri Pengolah-an:
  1. Industri makanan, minuman dan tembakau.
  2. Industri tekstil, pakaian jadi dan kulit.
  3. Industri kayu dan barang-barang dari kayu, termasuk perabot rumah tangga.
  4. Industri kertas dan barang-barang dari kertas, per-cetakan dan penerbitan.
  5. Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia, minyak bumi, batu bara, karet dan plastik.
  6. Industri barang galian bu-kan logam, kecuali minyak bumi dan batu bara.
  7. Industri logam dasar.
  8. Industri barang dari logam, mesin dan peralatannya.
  9. Industri pengolahan lain-nya.
  1. Data air minum dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi melalui survei pada Perusahaan Air Minum. Sistem pencacahan-nya adalah dengan cara mengirim daftar pertanyaan kepada perusahaan air minum (pencacahan lengkap).
  1. Data statistik pertambangan bersumber dari Departemen Pertambangann Provinsi Kalimantan Timur.

POTENSI INDUSTRI KALIMANTAN TIMUR 2013

 

Kalimantan Timur bersama Provinsi Riau dan Sumatera Utara berdasarkan Inpres Nomor I tahun 2010 sebagai Cluster Industri berbasis Pertanian, Oleochemical di Kawasan Maloy Kutai Timur dan bersama Provinsi Jawa Timur sebagai Cluster Industri berbasis migas dan kondensat di Kota Bontang.

 

Kaltim Industrial Estate (KIE)
Kawasan industri ini didirikan pada tahun 1990 dengan berlokasi pada daerah Tanjung Harapan seluas 64 Ha dan Paku Aji seluas 65 Ha yang keduanya berada dalam wilayah administratif Kota Bontang. Kawasan ini telah berkembang cukup pesat dengan fokus pada industri berbasis bahan baku gas alam.

 

Kawasan Industri Pendingin (KIP)
Kawasan ini diperuntukkan sebagai pusat kegiatan industri yang berada di daerah Pendingin, Kabupaten Kutai Kartanegara, 58 km dari kota Samarinda. Saat ini wilayah yang sudah dimanfaatkan seluas 9,3 Ha, dari total wilayah yang diperuntukkan seluas 337,9 Ha.

 

Kawasan Berikat Nunukan (KBN)
Kawasan ini diperuntukkan sebagai pusat kegiatan kawasan berikat dan simpul interelasi kegiatan perdagangan dan distribusi hasil alam antar negara terutama Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia yang berlokasi di Kabupaten Nunukan dengan luas lahan perencanaan seluas 500 Ha.

 

Kawasan Industri Api-Api (KIAA)
BP Kapet Sasamba menitikberatkan pembangunan pada daerah-daerah kabupaten-kota dan saat ini sedang melaksanakan upaya perluasan wilayah pembangunannya. Sehubungan dengan hal tersebut, saat ini sedang dikaji kemungkinan didirikannya kawasan industri baru di desa Api-Api, Kecamatan Petung dst.

 

Kapet Sasamba
Kapet Sasamba secara konsepsional diarahkan sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah Samarinda, Sanga-sanga, Muara Jawa, dan Balikpapan.
Kesesuaian lahan di wilayah ini sangat potensial bagi sektor agroindustri seperti; kelapa, kelapa sawit, karet, lada, kopi, dan kakao. TotaL